PENERIMAAN LAPORAN NILAI SEMESTER GANJIL 2016-2017

Seperti yang kita ketahui bahwa proses pembelajaran tahun ajaran 2015-2016 sudah mendekati akhir/ kenaikan kelas khususnya kelas VII dan VIII.  Selasa, 20 Desember 2017, di lapangan SMPK Santa Maria II dilaksanakan pertemuan orangtua siswa dalam rangka penerimaan laporan nilai semester ganjil tahun pelajaran 2016-2017 pukul 08.00 WIB sampai 10.30 WIB.

Kegiatan itu sekaligus sebagai laporan dan  evaluasi terkait kegatan sekolah selama semester ganjil. Untuk itu perlu diadakan pertemuan orang tua agar ada komunikasi antara pihak sekolah dan orang tua karena orang tua siswa perlu mengetahui hasil akhir pembelajaran putra-putrinya. Sehingga dengan diadakan pertemuan orang tua dan penerimaan rapor ini diharapkan orang tua bisa memantau perkembangan belajar putra-putrinya.

Dengan pemahaman itu diharapkan para ortu/ wali siswa dalam memberikan dorongan pada para putra-putrinya sehingga mereka dapat berkembang lebih baik. Semoga dengan diadakan pertemuan ini semua pihak mampu melaksanakan apa yang menjadi tanggung jawab baik sebagai orang tua siswa maupun sekolah.

Tujuan pertemuan dan penerimaan laporan nilai semester ganjil tahun 2016-2017 ini adalah menginformasikan hasil belajar siswa-siswi selama 1 semester terakhir, menginformasikan kriteria kenaikan kelas, mengevaluasi proses pembelajaran 1 tahun, meningkatkan  relasi dan komunikasi antara sekolah dan para wali siswa/orang tua siswa, dan merealisasikan program tim kerja Humas dan Kurikulum secara terpadu.

Pada kesempatan itu Sr. Dorothea berkesempatan memperkenalkan diri sekaligus bertatap muka dengan semua orangtua /walisiswa dari kelas VII sampai IX secara langsung. Beliau mengajak para orangtua untuk mampu menykapi perkembangan siswa khusunya dalam pendampingan di rumah. Pada kesempatan itu juga dnformaskan tentang pelaksanaan tatb dmana siswa  kelas VII tercatat sebagai pelaku pelanggaran terbanyak.

Setelah pengarahan umum di lapangan para siswa dajak untuk bertatap muka dengan para wali kelas sekaligus pembagian laporan nilai semester ganjil, sedangkan orangtua siswa kelas IX mendapat tambahan informasi terkait dengan kegiatan akhir siswa kelas IX yang disampaikan oleh Bapak Budi Daryono. Masalah mengenai kelulusan belum bisa disampaikan karena sekolah belum mendapatkan POS ujian baik nasional maupun sekolah

CLASSMEETING SEMESTER GANJIL 2016-2017

Setelah melaksanakan UAS Ganjil tepatnya mulai hari Jumat, 8 sampai Sabtu, 10 Desember 2016 para siswa diberikan kesempatan untuk mengembangkan bakat dan minat dalam sebuah kompetisi antar kelas di antaranya pertandingan bola basket, fudsal, dan bola volley. Menurut koordinator classmeeting kali ini, Bapak Mesak memiliki harapan bahwa para siswa juga dibiasakan untuk mengalami kompetisi walaupun dalam skala kecil yakni antarkelas.

Kegiatan classmeeting itu menggunakan pola setengah kompetisi, jadi perwakilan kelas akan menjalani banyak pertandingan, dengan demikian para perwakilan merasakan kompetisi yang benar-benar menyita perhatian serta tenaga. Masih menurut salah satu guru olaraga Bapak Budi Daryono para siswa akan merasa puas ketika harus mengalami kekalahan atau kemenangan pada akhir kompetisi karena telah berkesempatan untuk mengukur kemampuannya dengan banyak pertandingan yang dialami.

Menurut Pak Mesak selaku koordinator kegiatan tersebut, potensi anak harus kita wadahi dengan berbagai aktivitas salah satunya classmeeting ini, semoga dengan kegatan ini semanagan kompetisi antar kelas juga menumbuhkan militasi yang positif bagaimana setiap warga kelas tergerak untuk memberikan yang terbaik untuk kelasnya.

REKOLEKSI ADVEN dan PENDIDIKAN KARAKTER 2016

Kamis, 7 Desember 2016, selesai melaksanakan UAS Ganjil, Tim Kerja Spirituaitas dan Moralitas menggelar salah satu program kerjanya yakni rekoleksi bagi siswa beragama Katolik dan pendidikan karakter bagi siswa non Katolik. Kegiatan rekoleksi dilaksanakan di SMPK Santa Maria sedangkan pendidikan karakter dilaksanakan di SMAK Santa Maria.

Sebelum kedua kegiatan itu dilaksanakan pada sambutannya, Sr Dorothea selaku kepala sekolah menegaskan semoga rekoleksi dan pendidikan karakter ini dapat memberikan satu pengalaman hidup bagaimana para siswa mampu meningkatkan kualitas diri. Beliau juga berpesan kepada peserta pendidikan karakter agar menjaga nama baik sebagai pelajar SMPK Santa Maria II yang bertamu dengan memanfaatkan dan menjaga fasilitas sekolah lain, serta bertutur kata yang santun.

Setelah pengarahan umum selesai sekitar pukul 07.30 WIB siswa yang akan melaksanakan pendidikan karakter mulai digiring berjalan menuju SMAK Santa Maria dengan didampingi para guru dan bapak-bapak karyawan, sedangkan siswa yang akan melaksanakan rekoleksi mempersiapkan diri dengan acara ice breaking yang dipimpin oleh bapak Frans, dan dibantu oleh para siswa, Monica Inoi, Cs. Menurut pak Frans, ice breaking dimaksudkan untuk mencairkan dan menambah motivasi dengan gerak dan lagu.

Materi pendidikan siswa non Katolik menekankn bagaimana mereka juga menyadari akan diri mereka ketika harus bertemu, berkomunikasi, dan berkegiatan dalam sebuah sosialisasi yang memberikan berbagai peluang konflik. Semua pendalaman pendidikan karakter itu dikemas dalam berntuk games fun

Sedangkan pada Rekoleksi kali ini sesuai dengan yakni HARI INI TELAH LAHIR BAGIMU JURUSELAMAT YAITU KRISTUS TUHAN DI KOTA DAUD siswa diajak untuk mendalami kisah kelahiran Masa kelahiran/bayi itu telah terjadi belasan tahun yang lalu. Kalau saat bayi saja ada banyak hal baik dan sukacita diberikan kepada orang-orang yang ada disekitar kita, tentu semakin kita bertambah besar akan semakin banyak hal  bermanfaat yang kita lakukan. Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah kebaikan atau sukacita dalam hal apa saja yang telah kita berikan untuk keluarga kita, sekolah, Gereja dan masyarakat disekitar kita?

 

WACANA UN DIGANTI USBN

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menyiapkan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) sebagai pengganti moratorium Ujian Nasional (UN). Demikian disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy saat menggelar rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Kamis 1 Desember 2016.

“Dalam masa transisi ini, pascamoratorium kami akan memfasilitasi proses penyelenggaraan ujian sekolah berstandar nasional,” ujar Muhadjir seperti dikutip Kantor Berita Antara. USBN tersebut diselenggarakan oleh Kemdikbud, pemerintah daerah, dan sekolah yang diawasi standarnya oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan dewan pendidikan provinsi serta daerah. USBN tersebut juga akan melibatkan banyak pihak seperti guru dan masyarakat. “Kami juga akan memfasilitasi provinsi yang memerlukan instrumen seleksi siswa dari jenjang SMP ke SMA.”

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan,  perbedaan pertama adalah dalam USBN akan ditambahkan materi soal berupa esai. Perbedaan kedua, materi pembuatan soal akan diserahkan kepada pemerintah provinsi untuk jenjang SMA/SMK, dan pemerintah kota/kabupaten untuk jenjang SMP.

Namun, pemerintah pusat akan menyisipkan beberapa pertanyaan, baik berupa pilihan ganda atau essai yang berfungsi sebagai indikator standar nasional. Selama ini, materi soal UN hanya berupa pilihan ganda dan dibuat sepenuhnya oleh pemerintah pusat.

“Soal esai ini untuk menggali kemampuan siswa agar berlatih berpikir kritis. Selama ini kan dalam UN tidak ada. Soal sisipan dari pemerintah pusat itu, tak akan berbeda-beda di setiap daerah. Wong namanya standar nasional, masa dibeda-beda,” ujar Muhadjir

Selama ini, ucap Muhadjir, sekolah cenderung mengutamakan mata pelajaran yang diujikan pada UN, dan kurang memperhatikan mata pelajaran lainnya. Hal ini berimplikasi pada sikap siswa kepada guru-guru di luar mata pelajaran UN tersebut.

“Standar nasional sekarang belum optimal karena yang diujikan dalam UN hanya beberapa pelajaran. Dengan USBN maka akan dilakukan untuk semua pelajaran,” sebutnya.

Ia menyatakan, persiapan USBN sudah mencapai 70 persen. Kemendikbud tinggal menunggu restu dari Presiden Joko Widodo yang kemungkinan akan diputuskan pada pekan depan, setelah menggelar rapat terbatas. “30 persen yang belum siap itu, ya tinggal membuat soal saja. Kan harus koordinasi dengan pemerintah daerah,” katanya.***

 

(dikutip dari beberapa sumber)

RETRET GURU DAN KARYAWAN 2016 “Berbuah dalam Hidup dan Karya”

Kamis, 24 November 2016 dengan menggunakan bus Medali Mas sebanyak 54 guru dan karyawan berangkat menuju Rumah Retret  Griya Wacana milik SVD di daerah Laduk, Tretes Pasuruan. Pada pembukaan retret Sr. Dorothea SPM mengingatkan para peserta retret bahwa manusia membutuhkan Tuhan, retret sebagai bentuk kegiatan yang dirindukan dengan harapan kita semua akan mendapatkan buah-buah rohani sesuai dengan pribadi masing-masing. Pada retret ini Pak Fidelis Suhadi selaku koordinator kegiatan mengajak semua peserta untuk mampu kerjasama dalam menjalani setiap aktivitas retret.

Sebagai pembimbing retret Romo Goris, SMM dibantu oleh Buder Lambert SMM. Pada pembukaannya juga romo asli Flores itu mengajak semua peserta untuk mempersiapkan hati dan diri dengan meninggalkan segala beban kehidupan di luar aktivitas retret. Romo yang bertugas sebagai dosen STFT pada session I menggali materi  bagaimana kita harus selalu mencari dan membaharui semangat hidup untuk menghasilkan karya yang lebih baik.

Selesai makan malam peserta diajak untuk merefleksikan, mengekspresikan diri dan sharing mengenai hidup dan karya yang berbuah, dengan kegiatan menjawab pertanyaan, menggambar dan mensharingkan dengan kelompok kecil. Setelah itu dilanjutkan dengan adorasi (terpimpin) yang dipandu oleh romo Goris. “Adorasi ini semakin mengingatkan kita akan penderitaan dan pengorbanan Tuhan akan kelemahan kita sebagai manusia,” ungkap bu Rossa sambilmeninggalkan kapel menuju kamar untuk beristirahat.

Pada hari Jumat, 25 November agenda kegiatan dimulai dengan olah raga bersama dan game (outdoor terpimpin) yang menggali kebersamaan hati antar peserta retret dengan berbagai aktivitas kegiatan. Pada hari ke dua ini materi yang dibahas adalah menyediakan tanah yang subur bagi pertumbuhan sabda Tuhan dalam hidup dan karya. Salah satu acara yang paling menyenangkan adalah visualisasi kelompok tentang benih yang ditanam di jalan, bebatuan, semak belukar, dan tanah subur. Sebelum istirahat siang ditutup dengan Ekaresti.

Sore harinya melanjutkan materi Menjadi Hidup dan Karya Sebagai Oase Kerahiman dengan kegiatan refleksi, ekspresi diri, dan sharing terkait dengan gambaran kantung-katung baru dalam kehidupan. Pada materi ini kita diajak untuk mau membaharui diri dengan symbol kantung baru untuk menampung anggur kehidupan, dimana kita harus mampu fleksibul dan mau membuka diri untuk kemajuan dan peningkatan kualitas hidup kita.

Pada malam itu kita juga diajak untuk mengapresiasi film inspiratif bagaimana menjalani kehidupan ini dengan tujuan terbaik walaupun berbagai halangan dan rintangan ada di hadapan kita. Selesai melihat film dilanjutkan dengan ibadat tobat, pemeriksaan batin, dan membangun niat untuk lebih baik dalam menjalani kehidupan ini.

Sabtu, 26 November sebagai hari terakhir kegiatan retret diawali dengan meditasi terpimpin oleh romo Goris, SMM. Pada akhir meditasi terpimpin kita diajak untuk saling mendoakan teman yang ada di sekita kita. Acara dilanjutkan dengan sarapan dan disambung dengan Peleno dan Rangkuman dari apa yang sudah kita alami sejak hari pertama sampai terakhir. Dan sebagai puncak acara kegiatan retret diakhiri dengan pengakuan dosa dan Misa Ekaresti.

Sr. Dorothea SPM selaku kepala sekolah pada penutupan retret mengajak semua guru dan karyawan untuk mampu mengkongkritkan niatan baru yang sudah dinyatakan, dengan demikian suasana kehidupan sebagai keluarga besar guru dan karyawan SMPK Santa Maria II akan semakin berwarna dan bermakna. “Semoga semua harapan kita seletah retret ini mampu kita perjuangkan,” demikian ungkap Pak Albert sambil membawa tas keluar dari kamar yang selama 2 malam itu ditempati.

Sekitar pukul 13.00 WIB dengan cuaca hujan cukup lebat kami mulai meninggalkan rumah retret Griya Wacana dengan menggunakan 3 mobil Bison yang kami sewa untuk mengantar ke tempat Bus Medali Mas menunggu kami. Setelah semua berada di bus kami pun langsung melanjutkan perjalanan ke Malang. “Sungguh kami banyak mengalami pengalaman baru dalam retret kali in, “ ungkap Pak ndik sambil mulai memejamkan mata untuk tidur sambil menunggu bibanya kami di sekolag tercinta SMPK Santa Maria II Malang. Proficiat retret guru karyawan SMP Panderman salam jumpa untukkegiatan retret di tahun yang akan datang. (T.Th)

PENUTUPAN TAHUN KERAHIMAN 2016

Minggu, 20 November 2016 ini gereja memperingati sebagai hari raya Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam sekaligus sebagai penutupan tahun kerahiman, seperti yang kita ketahui Paus Fransiskus dengan Bulla (surat ketetapan) yang berjudul “Misericordiae Vultus” atau “Wajah Kerahiman”, menetapkan tanggal 8 Desember 2015 sebagai pembukaan tahun Yubileum Kerahiman Ilahi sampai tanggal 20 November 2016 dengan mengangkat  Tema Tahun Kerahiman Ilahi adalah Bermurah Hati Seperti Bapa.

Kristus adalah Raja Kerahiman, selalu murah hati dan penuh belas kasih. Hendaklah kita pun selalu murah hati dan penuh belas kasih yang pada zaman sekarang sikap murah hati dan penuh belas kasih semakin langka. Tantangan iman ini harus dijawab umat dengan semakin dekat kepada Tuhan. Hendaknya kita menjadi penyalur berkat dan selalu murah hati dan penuh belas kasih kepada siapapun.

Adapun tujuan tahun Yubileum Kerahiman Ilahi adalah Mendorong seluruh umat Allah untuk hidup dalam semangat rekonsiliasi dan pertobatan, Memperbaiki cara hidup yang tidak selaras dengan spiritualitas inkarnasi Yesus Kristus dan semangat gembala baik dan murah hati sebagaimana Bapa murah hati dan Meningkatkan hidup doa, laku tapa (puasa) dan amal kasih (Mengamalkan Pancasila). Refleksi yang diharapkan  bahwa orang Katolik wajib hidup dalam belas kasih

Sebagaimana teladan sikap murah hati dan penuh belas kasih yang sudah ditunjukkan oleh Kristus, Allah dan Raja Kerahiman Ilahi. Ia juga mengingatkan agar perilaku dan hidup umat Katolik harus semakin ilahi dan bukan semakin agamawi. Contoh dan teladan hidup yang murah hati dan penuh cinta kasih lebih bermakna dari pada sibuk berdiskusi soal dogma agamawi.

Sebagaimana diketahui, Paus Fransiskus dengan Bulla (surat ketetapan) yang berjudul “Misericordiae Vultus” atau “Wajah Kerahiman”, menetapkan tanggal 8 Desember 2015 sebagai pembukaan tahun Yubileum Kerahiman Ilahi sampai tanggal 20 November 2016. Tema Tahun Kerahiman Ilahi adalah Bermurah Hati Seperti Bapa.