Blog

REFLEKSI TAHUN BARU 2017

“Waktu….detik berganti menit….menit berganti jam….jam berganti hari…hari berganti minggu….minggu berganti bulan….bulan berganti tahun….dan sekarang tahun 2016 beranti 2017…..

Tuhan Maha Baik pada tahun 2016 kita sudah merasakan  banyak kebaikan hidup yang telah kita rasakan tentunya juga harus kita syukuri, semoga di tahun 2017 ini memberikan harapan untuk kehidupan yang lebih baik. Sesungguhnya, setiap tahun baru mengajak kita semua untuk berubah menjadi lebih baik. Kalau kita tidak mau berubah dan selalu ngotot dengan kebiasaan-kebiasaan kita di ‘wilayah nyaman’, maka kehidupan akan memaksa kita untuk berubah dan kita pun tidak mampu menolaknya. Tidak seorang pun yang bisa mengabaikan perubahan. Siapapun yang mengabaikan perubahan, maka penderitaan akan hadir untuknya.

Kita sadari bersama bahwa hakikat kehidupan ini adalah sebuah perjalanan sementara untuk belajar tentang kebaikan dari baiknya kehidupan. Kita semua hadir untuk belajar hal-hal baik dan meninggalkan warisan untuk keindahan hidup. Kita hidup untuk melewati tantangan dan cobaan. Kita hidup untuk memberikan kebaikan dan bukan untuk memberikan kerusakan ataupun kehancuran. Kita hidup untuk segera keluar dari gelap dan menemukan terang untuk selamanya.

Mari kita saling bergandeng tangan satukan hati untuk selalu berusaha menumbuhkan dalam perziarahan  hidup ini dengan seluruh kekuatan dan lebih kedewasaaan baik berpikir maupun bertindak. Mari kita semua berani untuk menyiapkan diri sebagai bentuk partisipasi kita dalam  memberikan warna akan kebaikan dan kualitas bagi bangsa dan Negara di mana kita berpijak. Biasakan untuk menemukan sukacita dalam keadaan apapun. Biasakan untuk bersyukur dan tidak pernah mengeluh untuk hal apapun. Orang yang bersyukur adalah pemenang sejati, orang yang suka berkeluh-kesah adalah orang yang sudah kalah sebelum berjuang.

Semoga di tahun 2017 ini kita semua mampu menemukan kekuatan diri yang sejati dalam menjalani wakyu yang sudah membentang di depan kehidupan kita. “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur…… Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.” Filipi 4:6, 8b

Sekali lagi mari di  tahun baru 2017 dengan segala tantangannya, kita tidak perlu kuatir akan apapun juga karena kita tahu bahwa Allah senantiasa memelihara dan menolong kita. Yang harus kita lakukan hanyalah percaya kepadaNya hari demi hari dan damai sejahtera-Nya akan memelihara hidup kita sepanjang tahun yang baru ini. (T.Th)

REFLEKSI: NATAL 2016 “HARI INI TELAH LAHIR BAGIMU JURUSELAMAT YAITU KRISTUS TUHAN DI KOTA DAUD”

“Selamat Hari Raya Natal” Pesan damai natal senantiasa membahana di mana-mana. Benar-benar Natal yang meriah dan tidak jarang terasa heboh dan megah. Kita dapat memandangnya sebagai wujud nyata sukacita iman sebagaimana diwartakan oleh malaikat kepada para gembala, “Aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa” (Luk 2:10).

Perayaan tahunan yang disebut Natal sudah menjadi budaya dunia. Itu dapat dimaklumi. Akan tetapi, marilah kita kembali kepada inti sari perayaan Natal yang peristiwanya justru terjadi secara tenang, sepi, terpencil, miskin, sederhana, tidak heboh-heboh, dan jauh dari publikasi. Injil Yohanes yang dibacakan hari ini menggambarkan suasana ketidaktahuan umat manusia ketika Tuhan Yesus Kristus datang dan lahir di tengah kita. “Terang yang sesungguhnya yang menerangi setiap orang sedang datang ke dalam dunia. Terang itu telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya tidak menerima-Nya.”

Demikianlah Sang Sabda atau Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita, tetapi tidak ada orang yang tahu dan menyambut-Nya, selain Bapa Yusuf, Bunda Maria, dan para gembala. Bukan hanya itu. Seluruh hidup Tuhan yesus akhirnya adalah sebuah kehidupan tersembunyi, penuh kemiskinan dan ketika saat-Nya tiba juga penuh penderitaan dan harus mati di salib! Inilah misteri keagungan Allah-Manusia, yaitu Tuhan Yesus Kristus, yang meski agung, cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah seperti disebutkan dalam surat Ibrani hari ini, tetapi menempuh seluruh jalan-Nya melalui jalan kesederhanaan, kemiskinan, kerendah-hatian, kerelaan tersembunyi, dan bahkan jalan penderitaan, yakni sebuah cara dan jalan hidup yang biasa dihindari manusia.

Inilah damai Natal yang sejati. Perayaan hari Natal yang sejati tidak terletak pada pesta pora atau kemeriahan suasana melalui makan-makan, pakaian bagus, apalagi hura-hura yang biasa di mal atau pertunjukan selebriti. Perayaan hari Natal yang sejati terletak pada penghayatan misteri kesederhanaan, kerendah-hatian, kerelaan menghayati hidup sehari-hari yang biasa dan tidak terkenal, dan terutama itu semua diwujudkan dalam perhatian kita kepada mereka yang miskin, kecil dan menderita. Tantangan-tantangan tersebut, sebagaimana juga masalah lainnya, harus kita hadapi. Jangan sampai persoalan-persoalan sosial dan kemanusiaan itu membuat kita merasa takut. Kepada kita, seperti kepada para gembala, malaikat yang mewartakan kelahiran Yesus mengatakan “jangan takut” (Luk 2:10). Maka, perayaan Natal bersama mereka yang biasa kita lupakan, para lansia atau mereka yang kesepian, mereka yang sulit makan dan berpakaian pantas karena kemiskinan mereka, tampaknya dapat menjadi wujud penghayatan perayaan Natal yang sejati!  (T.Th)

PENERIMAAN LAPORAN NILAI SEMESTER GANJIL 2016-2017

Seperti yang kita ketahui bahwa proses pembelajaran tahun ajaran 2015-2016 sudah mendekati akhir/ kenaikan kelas khususnya kelas VII dan VIII.  Selasa, 20 Desember 2017, di lapangan SMPK Santa Maria II dilaksanakan pertemuan orangtua siswa dalam rangka penerimaan laporan nilai semester ganjil tahun pelajaran 2016-2017 pukul 08.00 WIB sampai 10.30 WIB.

Kegiatan itu sekaligus sebagai laporan dan  evaluasi terkait kegatan sekolah selama semester ganjil. Untuk itu perlu diadakan pertemuan orang tua agar ada komunikasi antara pihak sekolah dan orang tua karena orang tua siswa perlu mengetahui hasil akhir pembelajaran putra-putrinya. Sehingga dengan diadakan pertemuan orang tua dan penerimaan rapor ini diharapkan orang tua bisa memantau perkembangan belajar putra-putrinya.

Dengan pemahaman itu diharapkan para ortu/ wali siswa dalam memberikan dorongan pada para putra-putrinya sehingga mereka dapat berkembang lebih baik. Semoga dengan diadakan pertemuan ini semua pihak mampu melaksanakan apa yang menjadi tanggung jawab baik sebagai orang tua siswa maupun sekolah.

Tujuan pertemuan dan penerimaan laporan nilai semester ganjil tahun 2016-2017 ini adalah menginformasikan hasil belajar siswa-siswi selama 1 semester terakhir, menginformasikan kriteria kenaikan kelas, mengevaluasi proses pembelajaran 1 tahun, meningkatkan  relasi dan komunikasi antara sekolah dan para wali siswa/orang tua siswa, dan merealisasikan program tim kerja Humas dan Kurikulum secara terpadu.

Pada kesempatan itu Sr. Dorothea berkesempatan memperkenalkan diri sekaligus bertatap muka dengan semua orangtua /walisiswa dari kelas VII sampai IX secara langsung. Beliau mengajak para orangtua untuk mampu menykapi perkembangan siswa khusunya dalam pendampingan di rumah. Pada kesempatan itu juga dnformaskan tentang pelaksanaan tatb dmana siswa  kelas VII tercatat sebagai pelaku pelanggaran terbanyak.

Setelah pengarahan umum di lapangan para siswa dajak untuk bertatap muka dengan para wali kelas sekaligus pembagian laporan nilai semester ganjil, sedangkan orangtua siswa kelas IX mendapat tambahan informasi terkait dengan kegiatan akhir siswa kelas IX yang disampaikan oleh Bapak Budi Daryono. Masalah mengenai kelulusan belum bisa disampaikan karena sekolah belum mendapatkan POS ujian baik nasional maupun sekolah

CLASSMEETING SEMESTER GANJIL 2016-2017

Setelah melaksanakan UAS Ganjil tepatnya mulai hari Jumat, 8 sampai Sabtu, 10 Desember 2016 para siswa diberikan kesempatan untuk mengembangkan bakat dan minat dalam sebuah kompetisi antar kelas di antaranya pertandingan bola basket, fudsal, dan bola volley. Menurut koordinator classmeeting kali ini, Bapak Mesak memiliki harapan bahwa para siswa juga dibiasakan untuk mengalami kompetisi walaupun dalam skala kecil yakni antarkelas.

Kegiatan classmeeting itu menggunakan pola setengah kompetisi, jadi perwakilan kelas akan menjalani banyak pertandingan, dengan demikian para perwakilan merasakan kompetisi yang benar-benar menyita perhatian serta tenaga. Masih menurut salah satu guru olaraga Bapak Budi Daryono para siswa akan merasa puas ketika harus mengalami kekalahan atau kemenangan pada akhir kompetisi karena telah berkesempatan untuk mengukur kemampuannya dengan banyak pertandingan yang dialami.

Menurut Pak Mesak selaku koordinator kegiatan tersebut, potensi anak harus kita wadahi dengan berbagai aktivitas salah satunya classmeeting ini, semoga dengan kegatan ini semanagan kompetisi antar kelas juga menumbuhkan militasi yang positif bagaimana setiap warga kelas tergerak untuk memberikan yang terbaik untuk kelasnya.

REFLEKSI REKOLEKSI ADVEN 2016

Dalam hidup rohani kita. Ia yang akan kita rayakan itu adalah sosok yang istimewa. Ia adalah Yesus Tuhan Sang Juruselamat. Ia adalah andalah setiap orang Kristiani dan tak tergantikan. Maka pantas kalau kita menyambut dan merayakannya secara istimewa pula. Karena yang akan hadir dan kita rayakan adalah sosok yang istimewa oleh karena itu kita perlu memantaskan hati agar layak menyambutNya. Bukan pesta pora dan hura-hura yang tidak bermakna tetapi hati yang jernih berseri dan banyak memberi arti. Konkritnya hati yang seperti apa itu? Tentu hati yang terbuka untuk menerima siapapun yaitu hati yang mencintai, mau mengampuni, memartabatkan setiap sesama manusia. Maka perjuangan kita adalah bagaimana menyingkirkan hati yang membenci, dendam, iri hati dan sulit mengampuni

Menjadi orang Kristiani bukan jaminan bahwa perjalanan hidupnya akan mulus dan tanpa persoalan, tetapi mengikuti Yesus itu bila kita mengahadapi persoalan dimampukan untuk menghadapinya karena Yesus menopang dan menyertai kita.

Sepanjang manusia hidup di dunia ini tentu tak pernah lepas dari aneka persoalan. Persoalan yang ada hendaknya dihadapi dan diselesaikan dengan jalan keluar yang benar dan bukan menghindarinya.

Masalah yang sering kali terjadi pada kita sebagai siswa yakni proses pencarian jati diri, kurang percaya diri, malas, gengsi, budaya instan. Bagaimana cara mengatasi persoalan tersebut?

Persoalannya apakah tawaran keselamatan itu kita tanggapi? Kenyataannya kita lebih sering mengikuti kemauan kehendak kita sendiri. Bunda maria sebagai teladan iman menyatakan “ jadilah padaku menurut kehendakMu”. Kesombongan kita manusia sering kali mengungkapkan “ jadilah padaku seturut kemauanku”. Betapa egoisnya manusia.

Kesempatan yang penuh rahmat selalu disediakan oleh Tuhan, ddan Paulus merumuskan: “dimana ada dosa, disitu rahmat Tuhan berlimpah ruah” yang artinya bahwa Yesus tidak menghendaki manusia berdosa menjadi binasa, melainkan SELAMAT. Maka pengampunan Tuhan selalu disediakan dan Tuhan disebut Maharahim (berbelas kasih) Yesus merupakan jalan keselamatan manusia dan manusia menanggapinya  dengan bertobat.

Malaikat Tuhan hadir menjumpai para gembala. Siapakah gembala itu sehingga malaikat Tuhan pun berkenan kepada mereka. Para gembala adalah orang-orang sederhana, polos, tidak perlu sensasi. Para gembala tidak diperhitungkan banyak orang, bahkan sering diremehkan. Justru kepada para gembala warta gembira keselamatan pertama dikumandangkan dan selanjutnya para gembala mewartakan. Maka Malaikat perlu meneguhkan para gembala dalam pewartaan “Jangan takut!”

Mewartakan berita yang dasyat: yaitu lahirnya Juruselamat bagi seluruh bangsa, tetapi yang mengejutkan adalah Sang Juruselamat hadir dalam kesederhanaan (dipalungan). Juruselamat  tidak lahir di tempat yang mewah (istana). Dengan kesederhanaanNya memungkinkan segala lapisan untuk datang mendekat sujud menyembah diantaranya tiga raja dari timur yaitu (Baltaasr, Melkior dan Gaspar) yang mempersembahkan mas, kemenyan dan mur.

Malaikat bersama bala tentara surga memuliakan Allah dengan pujian: “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi” artinya yang lain-lain tidak ada yang melebihi pujian kepada Allah. Hal ini yang perlu dipelajari oleh manusia, sebab manusia masih memuji, mencari kesenangan dan menggemgam erat pada harta, kedudukan dan gengsi. Bahkan Malaikat Tuhan berdoa agar: “damai sejahtera”. Lalu bagaimana kalau dibumi tidak ada kedamaian. Siapa yang membuat?

Maria menyimpan semua perkara itu didalam hatinya dan merenungkannya. Menyimpan dalam hati artinya meletakkan hal yang penting secara terhormat sedangkan hal yang tidak penting tidak perlu diletakkan dalam hati, sebab hati adalah tempat besemayamnya Allah. Kita manusia terkadang keliru karena di dalam hati juga tesimpan : rasa kebencian, dendam, iri, jengkel dan marah, lalu menjadikan Allah terusir dari dalam hati.

REKOLEKSI ADVEN dan PENDIDIKAN KARAKTER 2016

Kamis, 7 Desember 2016, selesai melaksanakan UAS Ganjil, Tim Kerja Spirituaitas dan Moralitas menggelar salah satu program kerjanya yakni rekoleksi bagi siswa beragama Katolik dan pendidikan karakter bagi siswa non Katolik. Kegiatan rekoleksi dilaksanakan di SMPK Santa Maria sedangkan pendidikan karakter dilaksanakan di SMAK Santa Maria.

Sebelum kedua kegiatan itu dilaksanakan pada sambutannya, Sr Dorothea selaku kepala sekolah menegaskan semoga rekoleksi dan pendidikan karakter ini dapat memberikan satu pengalaman hidup bagaimana para siswa mampu meningkatkan kualitas diri. Beliau juga berpesan kepada peserta pendidikan karakter agar menjaga nama baik sebagai pelajar SMPK Santa Maria II yang bertamu dengan memanfaatkan dan menjaga fasilitas sekolah lain, serta bertutur kata yang santun.

Setelah pengarahan umum selesai sekitar pukul 07.30 WIB siswa yang akan melaksanakan pendidikan karakter mulai digiring berjalan menuju SMAK Santa Maria dengan didampingi para guru dan bapak-bapak karyawan, sedangkan siswa yang akan melaksanakan rekoleksi mempersiapkan diri dengan acara ice breaking yang dipimpin oleh bapak Frans, dan dibantu oleh para siswa, Monica Inoi, Cs. Menurut pak Frans, ice breaking dimaksudkan untuk mencairkan dan menambah motivasi dengan gerak dan lagu.

Materi pendidikan siswa non Katolik menekankn bagaimana mereka juga menyadari akan diri mereka ketika harus bertemu, berkomunikasi, dan berkegiatan dalam sebuah sosialisasi yang memberikan berbagai peluang konflik. Semua pendalaman pendidikan karakter itu dikemas dalam berntuk games fun

Sedangkan pada Rekoleksi kali ini sesuai dengan yakni HARI INI TELAH LAHIR BAGIMU JURUSELAMAT YAITU KRISTUS TUHAN DI KOTA DAUD siswa diajak untuk mendalami kisah kelahiran Masa kelahiran/bayi itu telah terjadi belasan tahun yang lalu. Kalau saat bayi saja ada banyak hal baik dan sukacita diberikan kepada orang-orang yang ada disekitar kita, tentu semakin kita bertambah besar akan semakin banyak hal  bermanfaat yang kita lakukan. Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah kebaikan atau sukacita dalam hal apa saja yang telah kita berikan untuk keluarga kita, sekolah, Gereja dan masyarakat disekitar kita?