Blog

UNBK di SMPK Santa Maria II

SMPK Santa Maria II pada UNBK tahun 2017-2018 ini tergabung dalam Rayon 01 Sub Rayon 01 bersama SMPN 1, SMPK Sang Timur, dan SMP Kr. YPK. Sebelum pelaksanaan UNBK semua pengawas ruangan mendapatkan pengarahan sekaligus penandatangan pakta integritas dari ketua Rayon 01 Sub Rayon 01 Ibu Dra. Lilik Ermawati, M.Pd sekaligus sebagai kepala SMP Negeri 1 Malang
Bapak Ibu guru SMPK Santa Maria II bertugas menjadi pengawas ruang di SMPN 1 dan di SMAK St. Albertus tempat SMPK Sang Timur dan SMP Kr YPK melaksanakan UNBK

Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) jenjang SMP digelar mulai Senin, 23 April hingga Kamis, 26 April 2018. Pada hari pertama, sejumlah persoalan mewarnai pelaksanaan UNBK. Sinkronisasi antara server pusat dengan daerah untuk proses ujian mengalami kendala, bahkan terkesan sulit. Akibatnya, pelaksanaan UNBK molor dari jadwal.Semula, untuk sesi pertama dimulai pukul 08.00 WIB. Karena ada kendala semacam ini, ada sekolah yang terpaksa harus melangsungkan ujian sekitar pukul 09.00 WIB.

SMPK Santa Maria II baru bisa dilaksanakan normal sekitar pukul 09.00 WIB. Setelah terkendala jaringan dan sinkronisasi server teratasi, akhirnya semua sekolah pelaksana UNBK di Kota Malang dilaporkan lancar. Sementara itu, tim teknisi dan proctor merasa lega karena UNBK berjalan lancer sampai sesi ke-3. Di SMPK Santa Maria yang memiliki jumlah siswa 206 pada pelaksanaan UNBK dibagi menjadi tiga sesi dengan 2 ruangan ujian.

Kendala pada hari pertama UNBK ternyata tidak berlanjut pada hari-hari berikutnya. “Secara umum pelaksanaan UNBK tahun ini berjalan lancar sehingga semua siswa bisa menjalaninya dengan suasana tenang walaupun pada hari pertama mereka dibuat cemas”, ungkap Sr. Dorothea SPM selaku kepala sekolah sambil mengamati siswa kelas 9 yang telah selesai mengerjakan pada hari terakhir.

Ayo Mengenal lebih dekat SMM ISO 9001:2015

Sebagai wujud usaha untuk menghidupi sistem manajemen mutu ISO sesuai dengan perkembangan yang ada pada hari Jumat, 13 April 2018 semua bapak/ibu guru dan karyawan SMPK Santa Maria II belajar untuk mengenal SMM ISO 2008 ke versi 2015 atau istilah yang sering kita dengar dengan up grade versi 2015.
Narasumber yang memberikan pencerahan pada kegiatan itu adalah Bapak Gugup dari Jakarta didampingi tim konsultan SMM ISO yakni Bapak Wicaksono didampingi Ibu Naning. Kegiatan itu dilakukan mulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB
Pada pengenalan SMM ISO versi 2015 tersebut lebih fokus pada perbedaan dari versi 2008

1. Klausul Bertambah
ISO 9001:2008 memiliki 8 klausul sedangkan ISO 9001:2015 memiliki 10 klausul. Bila diperhatikan, struktur klausul ISO 9001:2015 lebih rapi karena telah dikelompokkan dengan baik. Berikut perbandingannya:
ISO 9001:2008
1. Scope
2. Normative reference
3. Term and definitions
4. Quality Management System
5. Management Responsibility
6. Resource Management
7. Product Realization
8. Measuerement, Analysis, and Improvement

9001:2015
1. Scope
2. Normative reference
3. Term and definitions
4. Contexs of the organization
5. Leadership
6. Planning
7. Support
8. Operation
9. Performance evaluation
10 Improvement

2. Prinsip ISO 9001 Berkurang
ISO 9001:2008 memiliki 8 prinsip adapun ISO 9001:2015 memiliki 7 prinsip. Berikut perbandingan 8 prinsip IS0 9001:2008 dengan 7 prinsip ISO 9001:2015:
ISO 9001:2008 PRINCIPLES
1. Customer focus
2. Leadership
3. Involvement of people
4. Process approach
5. System approach to management
6. Continual improvement
7. Factual approach to decision making
8. Mutually beneficial supplier relationship

ISO 9001:2015 PRINCIPLES
1. Customer focus
2. Leadership
3. Egagement and Competence of people
4. Process approach
5. Improvement
6. Informed Decision Making
7. Relationship management

3. Istilah baru untuk dokumen
Pada ISO 9001:2008, dibedakan antara dokumen mutu (documents) dan rekaman mutu (records). Pada ISO 9001:2015 keduanya disebut sebagai informasi terdokumentasi (documented informati0n). Dengan penggabungan istilah ini, organisasi diberikan kebebasan dalam menentukan informasi terdokumentasi yang dibutuhkan. Tidak lagi dipersyaratkan harus dalam bentuk prosedur (seperti 6 prosedur wajib).

4. Tidak Ada Prosedur Wajib
ISO 9001:2015 sepertinya berupaya untuk menghilangkan kesan bahwa penerapan ISO 9001 hanya bertumpu pada pembuatan SOP atau prosedur saja. ISO 9001:2015 tidak lagi terlalu mementingkan dokumen. ISO 9001:2015 berorientasi kepada proses. Meskipun, keberadaan sistem dokumentasi tetap diperlukan. Hanya saja disederhanakan menjadi “Informasi terdokumentasi”.

5. Manual Mutu Tidak Wajib
Banyak yang merasa manual mutu hanyalah dokumen formalitas yang tidak memberi manfaat tambahan. Oleh karena itu, keberadaan manual mutu di ISO 9001:2015 tidak wajib. Ini bukan berarti manual mutu yang sudah dibuat harus dihapus. Kita masih boleh menggunakannya bila dibutuhkan.

6. Management Representative Tidak Harus Ada
ISO 9001:2015 tidak mewajibkan keberadaan management representative yang harus ditunjuk secara resmi. Ini bisa jadi agar penerapan ISO 9001 diharapkan tidak hanya bertumpu pada seorang penanggug jawab saja. Setiap orang, khususnya penanggung jawab dari setiap bagian / divisi / departemen memiliki tugas dan tanggung jawab yang sama dalam penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001:2015

7. Tidak ada pengecualian klausul (exclution)
ISO 9001:2008 membolehkan pengecualian salah satu dari klausul atau subklausul 7 bila ada peraturan yang tidak relevan. Tidak ada satupun klausul ISO 9001:2015 yang secara tegas menjelaskan tentang kebolehan mengecualikan salah satu klausul ISO 9001:2015.

8. Mengganti Istilah Preventive Action dengan Risk Management
Ini salah satu unsur perubahan yang paling signifikan dari ISO 9001:2015. Istilah tindakan pencegahan kini diganti dengan cakupan yang lebih luas, yaitu manajemen resiko.

9. Membedakan Istilah Produk dan Jasa
Produk menurut ISO 9001:2008 bisa berupa barang dan jasa sebagaimana yang tercantum pada klausul 3 Istilah dan Definisi:
Bila di seluruh naskah Standar Internasional ini di temukan istilah “produk” , ia dapat juga berarti “jasa”
Pada versi ISO 9001:2015, keduanya dibedakan untuk memberikan batasan yang jelas antara barang dengan jasa.

10. Mengganti beberapa Istilah
Ada beberapa istilah yang diganti pada versi ISO 9001:20015. Diantaranya:
• “supplier” diganti dengan “external provider”
• “Purchased Product” diganti dengan “Externally provided products and services”
• “Work Environment” diganti dengan “Environment for the operation of the process”

Bila dilihat, perubahan istilah tersebut bertujuan agar istilah yang digunakan tidak terkesan hanya berkaitan dengan barang saja tetapi juga termasuk jasa. Perubahan istilah ini bukan berarti perusahaan yang telah menerapkan ISO 9001:2008 wajib mengganti istilah yang ada. Istilah yang sudah ada masih bisa digunakan sesuai kebutuhan. Demikian pembelajaran yang dilakukan oleh semua bapak/ibu guru dan karyawan sebagai langkah untuk meng up grade dari versi 2008 ke 2015. Semoga pemahaman itu menjadikan semangat dalam menjalankan SMM di sekolah tercinta

(diambil dari beberapa sumber)

UNBK SMPK Santa Maria II

Sebagai salah satu alat mengukur kompetensi siswa kelas IX USBN SMPK SantaMaria II dilaksanakan mulai hari Senin, 9 April sampai Senin, 16 April 2018 dengan menguji 11 mata pelajaran. Pada USBN 2018 ini pengawasan dilakukan oleh para guru dari sekolah sendiri dengan catatan guru mata pelajaran tidak dijadwalkan sebagai pengawas jika yang diujikan saat itu mata pelajarannya.

USBN adalah ujian sekolah, pada tahun ini, pelaksanaan USBN pada jenjang SMP hingga SMA pada 2018, USBN akan dilaksanakan untuk seluruh mata pelajaran. Pelaksanaan USBN dilakukan oleh masing-masing satuan pendidikan. Tapi untuk prosedur operasional standar (POS) USBN ditetapkan oleh BSNP
Setiap mata pelajaran dikerjakan antara 90 menit sampai 120 menit sesuai dengan kekhasan setiap mata pelajaran. Pada USBN tahun ini SMPK Santa Maria II masih berbasis kertas, seperti yang kita ketahui di Kota Malang hanya SMPN 3 dan 5 yang sudah menggunakan system online.

Bapak Andiek Joseph selaku koordinator pelaksana, mengungkapkan semoga pelaksanaan USBN tahun ini sukses dan siswa dapat menjalaninya dengan hasil yang maksimal, sekaligus beliau juga berharap semoga USBN tahun pelajaran mendatang SMPK Santa Maria II sudah bisa mengemasnya dalam system online, selain efektif dengan system online mampu menghemat biaya yang dibutuhkan, saat ditemui di ruang sekretariat USBN.

TAHAPAN PERISTIWA PASKAH 2018

Peristiwa besar Paskah diawali dengan rangkaian peristiwa yakni Minggu Palma mengenangkan peristiwa Yesus masuk kota Yerusalem secara meriah, dan juga mengenangkan sengsara-Nya. Penyambutan Yesus sebagai raja dilaksanakan lewat pemberkatan dan perarakan palma.
Setelah merayakan Minggu Palma, lanjut Eusabius, umat memasuki Trihari Paskah atau Trihari Suci. Trihari Paskah berlangsung selama tiga hari penuh. Dimulai dengan Ekaristi petang pada Kamis Putih, memuncak pada perayaan Malam Paskah, dan berakhir pada Ibadat Sore Minggu Paskah. Pada Kamis Putih, umat Katolik mengenangkan perjamuan Paskah yang diadakan Yesus bersama murid-mrid-Nya. Kamis Putih, mengenangkan penetapan Ekaristi, wujud pengurbanan Yesus. Di dalamnya, Ia menyerahkan tubuh dan darah-Nya, yakni seluruh diri-Nya, demi keselamatan umat manusia.
Dalam perjamuan Kamis Putih, Yesus memberikan teladan pelayanan dengan membasuh kaki para murid, dan memberikan perintah baru agar kita saling mengasihi. Kamis Putih juga merupakan hari rekonsiliasi. Gereja menyambut para petobat yang kembali berdamai dengan Allah dan jemaat. Setelah Perayaan Ekaristi Meriah, diadakan perarakan Sakramen Mahakudus dan tuguran (malam berjaga) di hadapan Sakramen Mahakudus.
Setelah rangkaian Perayaan Kamis Putih, umat Katolik memasuki hari Jumat Agung. Pada hari ini, Yesus Kristus, Anakdomba Paskah, dikurbankan. Dalam Ibadat Sabda sesudah tengah hari (pukul 15.00) Gereja mengenangkan sengsara dan Wafat Yesus, menghormati salib, dan mengenang kembali kelahirannya dari lambung Yesus yang tergantung di salib.
Trihari Suci ketiga, adalah Malam Paskah. MalamPaskah adalah malam suci kebangkitan Yesus, yang merupakan puncak perayaan Trihari Suci. Pada Malam Paskah, Gereja berjaga, menantikan kebangkitan Yesus dan merayakannya dalam ibadat suci. Pada Malam Paskah ini, Gereja juga membaptis para katekumen (orang-orang yang dibimbing secara khusus sebelum dibaptis menjadi Katolik-red).
Kesamaan antara pembaptisan dan Paskah: sebagaimana Yesus wafat, dikubur, lalu bangkit, demikian pula para baptisan mati terhadap dosa, dikuburkan (ditenggelamkan dalam air), dan bangkit (keluar dari air) untuk hidup baru sebagai anak Allah. Dalam hubungan ini pula kaum beriman diajak membarui janji baptis dalam perayaan Malam Paskah.

(disarikan dari berbagai sumber)

Puasa: Salah Satu Bagian Prapaskah

Waktu terus berjalan, kini tiba kembali parayaan Paskah sudah menanti. Seperti kita ketahui bersama sebelum kita merayakan Paskah kita akan menjalani masa prapaskah, didalamnya ada aktivitas puasa.
Bagaimanakah berpuasa yang benar menurut ajaran Gereja Katolik, kapan dan bagaimana puasa itu dilakukan? Pertama-tama perlu kita ketahui dulu alasan mengapa kita berpuasa dan berpantang. Bagi kita orang Katolik, puasa dan pantang artinya adalah tanda pertobatan, tanda penyangkalan diri, dan tanda kita mempersatukan sedikit pengorbanan kita dengan pengorbanan Yesus di kayu salib sebagai silih dosa kita dan demi mendoakan keselamatan dunia. Jadi puasa dan pantang bagi kita tak pernah terlepas dari doa. Dalam masa prapaska, maka puasa, pantang dan doa disertai juga dengan perbuatan amal kasih bersama-sama dengan anggota Gereja yang lain. Dengan demikian, pantang dan puasa bagi kita orang Katolik merupakan latihan rohani yang mendekatkan diri pada Tuhan dan sesama, dan bukan untuk hal lain, seperti diit/ supaya kurus, menghemat, dll. Dengan mendekatkan dan menyatukan diri dengan Tuhan, maka kehendak-Nya menjadi kehendak kita. Dan karena kehendak Tuhan yang terutama adalah keselamatan dunia, maka melalui puasa dan pantang, kita diundang Tuhan untuk mengambil bagian dalam karya penyelamatan dunia, dengan cara yang paling sederhana, yaitu berdoa dan menyatukan pengorbanan kita dengan pengorbanan Yesus di kayu salib. Kita pun dapat mulai mendoakan keselamatan dunia dengan mulai mendoakan bagi keselamatan orang-orang yang terdekat dengan kita: orang tua, suami/ istri, anak-anak, saudara, teman, dan juga kepada para imam, pemimpin Gereja, pemimpin negara, dst.
Memang sesuai dari yang kita ketahui, ketentuan dari Konferensi para Uskup di Indonesia menetapkan selanjutnya :
• Hari Puasa dilangsungkan pada hari Rabu Abu dan Jumat Agung. Hari Pantang dilangsungkan pada hari Rabu Abu dan tujuh Jumat selama Masa Prapaska sampai dengan Jumat Agung.
• Yang wajib berpuasa ialah semua orang Katolik yang berusia 18 tahun sampai awal tahun ke-60. Yang wajib berpantang ialah semua orang Katolik yang berusia genap 14 tahun ke atas.
• Puasa (dalam arti yuridis) berarti makan kenyang hanya sekali sehari. Pantang (dalam arti yuridis) berarti memilih pantang daging, atau ikan atau garam, atau jajan atau rokok. Bila dikehendaki masih bisa menambah sendiri puasa dan pantang secara pribadi, tanpa dibebani dengan dosa bila melanggarnya.
(dikutip dari www.katolisitas.org)

JUMAT BERKARYA

Ekstrakurikuler pada Jumat, 9 Februari 2018 terasa lain, hal ini terkait materi yang disampaikan yakni bagaimana para adik-adik penggalang SMPK Santa Maria II diberikan wacana dan pelatihan praktis terkait dengan lomba pemanfaatan barang bekas yang dilaksanakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, pengenalan dan latihan praktis biopori, pemanfaatan koran bekas serta penanaman system hidroponik.

Sekitar pukul 14.00 WIB acara itu dimulai dengan pemaparan materi lomba yang dilaksanakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang yang disampaikan oleh Anna. Beliau menjelaskan terkait dengan teknis lomba tersebut dimana yang menjadi keunikannya adalah peserta membayar biaya lomba dengan menggunakan sampah daur ulang. Harapan beliau para siswa SMPK Santa Maria II bisa berpartisipasi pada even tersebut. Lomba tersebut diikuti mulai dari siswa TK sampai PT.

Materi pengenalan dan pelatihan membuat biopori disampaikan oleh Ibu Eri dan Bapak Sunari. Sebelum mempraktikan adik-adik penggalang diberikan wawasan terkait biopori setelah itu Bapak Sunari mengajak adik-adik putra khususnya untuk melihat dan mempraktikan langsung bagaimana membuat biopori tersebut. Adik-adik nampak serius mencoba membuat biopori dengan menggunakan alat khusus yang sudah disiapkan oleh narasumber.

Sebagai materi terakhir yang disampaikan pada sore itu adalah bagaimana adik-adik diberikan wawasan bercocok tanam dengan system hidroponik yang disampaikan oleh salah satu orangtua yakni Ibu Ika. Beliau memaparkan garis besar tanaman hidroponik mulai dari bahan sampai pada pembibitan dan perawatan tanaman yang menggunakan teknis hidroponik. Pada pemaparannya orangtua yang sekaligus pengurus P4 tersebut mengajak adik-adik mempraktikan mulai dari mempersiapkan media, penyemaian sampai perawatan dan pemeliharaan tanaman.

Ketika adik-adik putra belajar membuat biopori, adik-adik putri dipandu Ibu Eri membuat tempat pensil dari Koran. Dengan sabar Ibu Eri memberikan petunjuk atau langkah-langkah dalam membuat kotak pensil dengan memanfaatkan koran bekas. Adik-adik putripun dengan telaten mulai mencoba langkah-langkah yang harus dilakukan mulai mempersiapkan bahan, mengemas bahan sampai membentuk tempat pensil yang mereka inginkan.

Sekitar pukul 15.35 WIB pelatihan yang disampaiakan pada kegiatan ekstrakurikuler Pramuka tersebut berakhir. Pada pesan penutupannya Ibu Anna mengajak agar adik-adik bisa melakukan dan melaksanakan apa yang sudah dipelajari dan dipraktikan, terlebih hal itu juga ada kaitan langsung bagaimana nanti sekitar bulan Maret SMPK Santa Maria II akan dinilai oleh Tim Adiwiyata Propinsi Jawa Timur untuk memperebutkan peredikat Sekolah Adiwiyata Tingkat Propinsi.

“Semoga dengan pemaparan dan pelatihan singkat ini, paling tidak adik-adik bisa menjadi subjek dari sekolah yang beradiwiyata”, demikian harapan kak Fidelis yang setia mendampingi kegiatan tersebut. Persiapan demi persiapan juga telah dilakukan dari berbagai aktivitas baik kesiswaan maupun kurikulum serta sarana prasarana, lanjut Kak Totok setelah mengakhiri kegiatan ekstrakurikuler tersebut sambil meninggalkan lapangan.