Blog

Studi Wisata Kelas VIII

Jumat 22 Februari 2019 sebanyak 4 bus sekitar pukul 07.30 WIB membawa semua siswa kelas VIII bersama para wali kelas didukung beberapa pengurus P4 (komite sekolah) menuju Kebun Raya Purwodadi dan Candi Singasariuntuk melaksanakan studi wisata
Sebelum berangkat para siswa berkumul di lapangan untuk mendapatkan pengarahan teknis, absensi serta doa bersama. Pada kesempatan itu Ibu Thereia Damayanti selaku koordinator menegaskan tata tertib serta berbagai tugas yang harus dilakukan di dua lokasi studi wisata tersebut.
Perjalanan menuju Kebun Raya Purwodadi berjalan lancar. Pukul 08.30 semua rombongan telah sampai di tujuan. Program studi wisata ini merupakan program bersama antara pengurus P4 dengan kesiswaan. Setelah di lokasi para siswa langsung dibagi menjadi 9 kelompok untuk dipandu oleh petugas Kebun Raya Purwodadi ke beberapa titik yang sudah dipersiapkan.
Aktivitas terpimpin dilalukan sampai pukul 11.15 dilanjutkan dengan aktivitas bebas sesuai dengan minat perhatian siswa di sekitar Kebun Raya Purwodadi sampai pukul 12.15. Sekitar pukul 12. 30 rombongan meninggalan Kebun Raya Purwodadi untuk menuju Rumah Makan Jeng Sri sekitar 10 menit perjalanan tepatnya di selatan Kebun Raya Purwodadi.
Setelah makan siang langsung menuju lokasi kedua yakni Candi Singosari. Karena cuaca yang tidak mendukung rombongan hanya sempat mendengarkan narasumber candi Singosari sekitar 30 menit karena ditengah-tengah pemaparan dan pengenalan sejarah Candi Singosari hujan lebat mewarnai keberadaan kami di candi tersebut.
Setelah semua siswa masuk ke bus masing-masing rombongan akhirnya meninggalkan lokasi untuk menuju ke Malang. Walapun objek terakhir diiringi dengan hujan lebat para siswa nampak senang dalam menjalani studi wisata tersebut. “ Wah asyik ya? Kegiatan kita hari ini” ungkap Fenly salah satu siswa kelas VIII yang berasal dari Papua penuh rasa kagum dan puas dengan pengalaman tersebut.
Rombongan tiba di sekolah sekitar pukul 15.30 dengan selamat. Beberapa siswa yang sudah dijemput oleh orangtuanya langsung pulang ke rumah masing-masing. Sedangkan yang belum dijemput beberapa siswa duduk bergerombol sambil sesekali tertawa senang sambil bercerita pengalaman yang meraka dapatkan selama studi wisata. “Semoga kegiata ini paling tidak menambah serta membuka pengetahuan mereka khususnya dalam mengenal beberapa tanaman langka serta sejarah Candi Singosari” ujar Pak Suhadi salah satu pendamping kegiatan tersebut sambil berjalan menuju ke ruang guru.

Hari Peduli Sampah Nasional 2019

Tanggal 21 Februari Indonesia merayakan Hari Peduli Sampah Nasional. Ditetapkan pertama kali pada tahun 2005 untuk mengenang musibah longsor TPA Leuwihgajah Bandung yang menewaskan 143 warga dan merusak 167 rumah tanggal 21 Februari 2005.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar menegaskan, peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) merupakan momentum seluruh pihak untuk mewujudkan kesamaan langkah dan kepedulian dalam pengelolaan sampah.
Di Hari Peduli Sampah Nasional masyarakat diimbau untuk lebih peduli dengan membersihkan lingkungan dan mengubah kebiasaan untuk mengurangi jumlah sampah. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) pernah menyebut salah satunya dengan mengurangi sampah plastik.

“Sekarang ini serba plastik, dahulu nasi bungkus pakai daun, onde-onde saja pakai plastik. Kita harus mengubah kebiasaan contohi masakan Padang, kita bayar yang dimakan saja, jadi tidak ada sisa yang terbuang jadi sampah,” kata JK pada perayaan Hari Peduli Sampah Nasional tahun 2016 silam.
Mengapa plastik jadi sampah yang patut diperhatikan di Hari Peduli Sampah Nasional 2019? Jawabannya karena sampah plastik jadi salah satu polutan berbahaya saat ini berdampak pada lingkungan dan kesehatan manusia secara langsung maupun tidak langsung.

Dampak plastik secara langsung pada kesehatan bila terkonsumsi dikatakan ahli bisa mengganggu keseimbangan hormon. Pakar endokrinolog dr Channa Jayasena dari Imperial College London mengatakan penggunaan bahan plastik untuk tempat makan dan minum dapat mengganggu fungsi hormon estrogen di dalam tubuh.

Pada wanita menurut dr Channa hormon estrogen luar (xenoestrogen) dapat meningkatkan risiko endometriosis hingga kanker payudara. Bagi laki-laki, masalah hormon ini dapat menurunkan jumlah sperma hingga memperbesar lingkar pinggang.

Dampak tidak langsung pencemaran sampah plastik bagi kesehatan contohnya ketika plastik mengancam lingkungan hidup. Hewan-hewan yang jadi sumber nutrisi penting bagi manusia disebut dalam beberapa studi sudah tercemar mikroplastik.

(Diambil dari https://health.detik.com)

Pensi SMPK Santa Maria II Malang

Sebagai kegiatan tiga tahunan Pentas Seni SMPK Santa Maria II dari tahun ke tahun mencoba untuk menyajikan sesuatu yang berbeda. Ini semua dilatarbelakangi perkembangan zaman serta dinamika peserta Pensi yang selalu melibatkan semua siswa di SMP Panderman itu.
Sudah ke empat kalinya ini Pentas Seni SMPK Santa Maria selalu menggunakan fasilitas di luar sekolah. Pertama kali Pensi di luar sekolah menggunakan Dome Universitas Muhamadiyah Malang 2010, 2013, Graha Cakra Universitas Negeri Malang 2016, dan kembali lagi ke Dome Universitas Muhammadiyah Malang 2019 tepatnya Sabtu, 9 Februari 2019
Pentas seni atau yang lebih dikenal dengan singkatan “Pensi” merupakan sebuah kegiatan yang dilakukan dalam bentuk pertunjukkan berbagai macam kreatifitasseni yang dilakukan oleh anak-anak sekolah di dalam lingkungan sekolah mereka. Menurut para ahli, pengertian pentas seni adalah wujud pertunjukkan seni dalam berbagai bentuk, seperti: pertunjukan musik, tarian, drama/teater dan berbagai macam bentuk ktreatifitas seni lainnya yang dilakukan oleh para siswa dan siswi yang bersekolah di dalam sekolah tersebut.
Pada Pentas Seni 2019 ini mengundang bintang tamu vokalis Jazz dari Jakarta. Konsep Pensi menurut Ibu Anna Maria selaku coordinator acara menegasakan bahwa isi atau sajian pentas seni masih menekankan pada tampilan-tampilan yang menggambarkan cinta budaya nusantara
Kegiatan ini bernama PENTAS SENI SMPK SANTA MARIA II 2019 “CITA & CINTA PANDERMANIA UNTUK BUMI PERSADA” Setiap pribadi siswa memiliki beraneka ragam talenta yang terkadang talenta tersebut belum sempat dikembangkan bahkan dikenali. Sebagai wujud tanggung jawab sekolah dalam menggali bahkan mengembangkan talenta itu harus memberikan wadah yang diharapkan mampu menampung, mengembangkan dan mengekspresikan talenta-talenta yang beraneka ragam tersebut. Kompetensi ini selain harus dapat diaplikasikan oleh peserta didik juga harus dapat diintegrasikan pada kecakapan hidup (life skill) secara nyata, yang pada gilirannya mereka diharapkan mampu secra mandiri mengatasi masalah yang dihadapinya.
Kemampuan minimal yang harus dimiliki peserta didik mencakup kompetensi-kompetensi sebagai berikut :
– pengetahuan
– keterampilan
– kecakapan
– kemandirian
– kreativitas
– kesehatan
– keimanan dan
– kewarganegaraan
Di SMPK Santa Maria II Malang, kompetensi-kompetensi tersebut selain diwujudkan dengan kegiatan formal yang dikemas dalam kegiatan Belajar Mengajar (Intra dan Ko-kurikuler), juga dengan berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang diarahkan untuk membina dan mengembangkan kreativitas siswa baik yang bersifat akademik maupun non akademik.
Berdasarkan tuntutan kurikulum tersebut, serta sesuai dengan visi dan misi sekolah, setiap sivitas akademika di SMPK Santa Maria II Malang dengan 6 pilar senantiasa berusaha agar dapat meningkatkan partisipasi aktif dan kreaktivitas para peserta didik guna mengaktualisasikan potensi para siswa. Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan partisipasi aktif dan kreaktivitas peserta didik yaitu dengan mengadakan berbagai kegiatan ektrakurikuler yang dikemas dalam bebagai kegiatan, baik yang bersifat internal maupun eksternal. Kegiatan yang bersifat internal berupa perlombaan atau pertandingan antar siswa/wi SMPK Santa Maria II Malang, sedangkan kegiatan eksternal berupa kegiatan yang melibatkan para siswa dari sekolah-sekolah lain.

Makna Natal 2018

Geliat Natal semakin terasa sejak dimulainya masa Advent, Sebagai orang yang beriman tentunya moment advet sebagai awal dalam menyambut peristiwa besar tersebut.Sekarang sudah dekat masa natal dan tiap orang mempunyai makna natal yang berbeda-beda. Apakah sebenarnya makna natal bagi kita orang yang percaya?
Setiap orang memaknai arti cinta dalam makna yang berbeda-beda tapi ada satu kata yang selalu kita ingat ketika menyebutkan kata cinta, yaitu pengorbanan. Lalu apa yang dimaksud dengan pengorbanan ? Pengorbanan adalah suatu tindakan yang kita lakukan dengan atau tanpa diketahui orang tersebut untuk membuat mereka merasa bahagia tanpa mengharapkan timbal balik. Sehingga sangat wajar jika perasaan tanpa memiliki hati yang rela berkorban tidak bisa kita sebut sebagai cinta.
Di atas adalah sepintas tentang pengorbanan yang Tuhan lakukan untuk kita dan pada tanggal 25 Desember ini ada momen spesial yang sudah kita tunggu-tunggu. Kita akan memperingati hari kelahiran Tuhan Yesus ke dalam dunia atau yang lebih dikenal dengan sebutan Natal. Apa yang terlintas dalam benak kalian jika mendengar kata “Natal” ? Berkumpul dengan keluarga, bertukar hadiah, big sale chistmast di mal-mall, liburan akhir tahun atau kalian membayangkan bonus akhir tahun ?
Terlepas dari itu semua kita harus benar-benar memaknai arti natal sesungguhnya, karena di momen ini kita mengetahui seberapa besar pengorbanan yang sudah Tuhan berikan kepada kita. Namun permasalahannya banyak dari kita yang menganggap Natal sebagai perayaan tahunan yang biasa saja, disinilah kita harus merubah pola pikir kita. Natal bukan hanya sekedar perayaan dengan datang ke gereja karena Natal adalah hari peringatan atas kelahiran Raja diatas segala Raja, yaitu Tuhan Yesus.
Setelah kita memperbaiki hubungan kita dengan Tuhan, alangkah baiknya jika kita membuat target-target baru untuk meningkatkan kualitas kehidupan rohani kita. Sebagai contoh: Menemukan panggilan hidup, sangat penting bagi kita menemukan panggilan hidup kita karena dari sana kita bisa menjadi berkat bagi orang-orang disekitar kita dan terus bertumbuh hingga menjadi anak-anak Tuhan yang dewasa.
Menemukan talenta yang kita miliki, talenta adalah anugrah yang Tuhan berikan kepada kita, berkembang atau tidak berkembang talenta adalah pilihan kita masing-masing. Melalui talenta yang kita miliki inilah Tuhan ingin berkarya di dalam-Nya untuk memberkati orang lain maupun memberkati diri kita.
Semua itu akan menjadikan kita semakin lebih manusiawi khususnya dalam mengembangkan dan meningkatkan kualitas diri. Harapan-harapan yang kita jadikan target dalam memaknai Natal sekaligus sebagai persiapan dalam membuka lembaran baru khususnya dalam mengarungi tahun baru yang secara bersamaan menjadi sebuah paket rekonsiliasi diri sekalgus dengan lingkungan serta orang-orang yang ada di sekitar kita. Semoga semua itu akan selalu menjadi buah-buah kehidupan yang semakin membuat perziarahan kita ini semakin bermakna

(refleksi dari berbagai sumber)

12 November Hari Ayah Nasional

KOMPAS.com — Tak hanya Hari Ibu yang diperingati setiap 22 Desember, sosok ayah juga mendapat penghargaan yang sama lewat sebuah peringatan. Di Indonesia, Hari Ayah diperingati setiap 12 November. Namun, Hari Ayah sebetulnya dirayakan pada waktu yang berbeda-beda di setiap negara. Di Amerika Serikat, misalnya, budaya merayakan Hari Ayah sudah dimiliki sejak Juni 1910 di Negara Bagian Washington.

Di beberapa negara Eropa dan Amerika Latin, para ayah diberi penghargaan setiap 19 Maret (St Joseph’s Day). Sementara di Indonesia, Hari Ayah lahir atas prakarsa paguyuban Satu Hati, lintas agama dan budaya yang bernama Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP). Dilansir dari situs Kemdikbud.go.id, pada 2014 PPIP mengadakan peringatan Hari Ibu di Solo, Jawa Tengah, dengan cara mengadakan Sayembara Menulis Surat untuk Ibu

Seusai acara, para peserta mengajukan pertanyaan yang membuat panitia penyelenggara terkejut: ”Kapan diadakan Sayembara Menulis Surat untuk Ayah? Kapan Peringatan Hari Ayah? Kami pasti ikut lagi.” Pertanyaan tersebut menggugah hati untuk mencari tahu kapan Hari Ayah diperingati di Indonesia mengingat ayah juga dinilai sebagai sosok penting di keluarga.

Posisi ayah dianggap sejajar dengan ibu dan selalu punya cara sendiri dalam menjalankan perannya sebagai kepala rumah tangga, pemberi nafkah, pelindung, dan masih banyak peran penting lainnya di keluarga. PPIP pun berusaha mencari informasi tentang hari ayah, hingga audiensi ke DPRD kota Surakarta untuk menanyakan kapan Hari Ayah di Indonesia

Mereka juga mencari tahu, bolehkah seseorang atau lembaga menetapkan sebuah hari yang dijadikan sebagai Hari Ayah jika hari tersebut memang belum ada. Namun, mereka belum mendapatkan jawaban yang memuaskan. Hingga akhirnya, setelah melalui kajian yang cukup panjang, PPIP menggelar deklarasi Hari Ayah untuk Indonesia di Surakarta dan menetapkan tanggal 12 November sebagai Peringatan Hari Ayah Nasional.

Deklarasi tersebut digabung dengan hari kesehatan dengan mengambil semboyan “Semoga Bapak Bijak, Ayah Sehat, Papah Jaya”. Pada hari dan jam yang sama, deklarasi Hari Ayah juga dilakukan di Maumere, Flores, NTT. Dalam deklarasi itu juga diluncurkan buku Kenangan untuk Ayah yang berisi 100 surat anak Nusantara yang diselesi dari Sayembara Menulis Surat untuk Ayah. Usai deklarasi, mereka mengirimkan buku tersebut dan piagam deklarasi Hari Ayah kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) serta bupati di empat penjuru Indonesia, yakni Sabang, Merauke, Sangir Talaud, dan Pulau Rote.

Sejak saat itulah, tanggal 12 November ditetapkan sebagai Hari Ayah Nasional. Laman pencarian Google pun hari ini dihiasi dengan ilustrasi telapak tangan warna-warni dengan kepala dinosaurus sebagai bentuk perayaan Hari Ayah. Nah, bagaimana denganmu, sudahkah mengucapkan selamat pada ayah tercinta?

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Sejarah Hari Ayah Nasional, Berawal dari Peringatan Hari Ibu”, https://lifestyle.kompas.com/read/2018/11/12/093417520/sejarah-hari-ayah-nasional-berawal-dari-peringatan-hari-ibu.
Penulis : Nabilla Tashandra
Editor : Wisnubrata

Pelantikan Pengurus OSIS

Sr. Dorothea SPM, S.Pd pada hari Senin, 12 November 2018 bertindak sebagai Pembina upacara dalam rangka upacara hari Pahlawan sekaligus melantik pengurus OSIS periode 2018-2019. Pada kesempatan itu beliau mengingatkan bahwa Peringatan Hari Pahlawan Nasional menjadi momentum bagi bangsa Indonesia untuk melakukan introspeksi. Sampai seberapa jauh setiap komponen bangsa dapat mewarisi nilai-nilai kepahlawanan, melanjutkan perjuangan, mengisi kemerdekaan demi mencapai NKRI yang sejahtera, adil dan makmur.

Pada kesempatan itu pula beliau berharap agar para pengurus OSIS yang baru dilantik mampu untuk menempatkan diri sebagai pribadi yang siap belajar untuk menjadi penerus generasi yang semakin berkualitas. Sekaligus bangsa Indonesia saat ini memerlukan pahlawan baru, sosok yang berdedikasi dan berprestasi pada bidangnya untuk memajukan negeri. Sosok yang dimaksud tersebut adalah generasi penerus/pelajar yang punya jiwa patriotisme, pantang menyerah, berdisiplin, berkarakter, menguasai ilmu pengetahuan dan keterampilan di bidangnya.

Peristiwa pertempuran Surabaya adalah bukti bagaimana semangat pemuda selalu menjadi ujung tombak dalam setiap perjuangan baik dalam memepertahankan maupun mengisi kemerdekaan maka sudah menjadi kewajiban kita untuk menghargai sangat tinggi warisan kemerdekaan dari para pahlawan kusuma bangsa melalui semangat belajar dan berkarya demi kejayaan Bangsa Indonesia.

Regina Aletha Alayna Rahajeng selaku ketua OSIS baru pada sambutannya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan pada pemungutan suara sehingga ia terpilih secara demoktaris kepada semua siswa, semoga ia mampu mengarahkan semua kativitas kesiswaan dalan kepengurusan OSIS agar semakin mampu meningkatkan peranan dan partisipasi para siswa dalam mendukung setiap program OSIS maupun program sekolah yang terintegrasi sebagai sarana pembelajaran