Persiapan Green School Festival 2017

Sabtu, 14 Oktober 2017 pukul 09.00 WIB bapak/ibu guru SMPK Santa Maria II mendapatkan penjelasan terkait dengan agenda GSF 2017 dari perwakilan SMP Negeri 18, megikuti workshop GSF. Semua bentuk kegiatan persiapan dilaksanakan dari berbagai lini.Tahun 2017, Green School Festival (GSF) diikuti MPK Santa Maria II untuk kali kedua
Ibu Anna Maria, selaku Ketua Umum kegiatan GSF di SMPK Santa Maria II Malang tahun ini mempersiapkan komponen-komponen yang menjadi penilaian GSF sejak sekolah mengulurkan tangan yang ditawarkan pihak SMPN 18 untuk dijadikan sebagai sekolah pengimbasan Adiwiyata, selain mengikuti beberapa agenda awal panitia GSF sebagai langkah awal. Dengan melibatkan semua siswa dalam mempersiapkan GSF dengan membentuk tim disetiap issu yang terdiri dari 9 issu.
Sebelumnya Koordinator Kesiswaan tersebut bersama Nathania selaku ketua OSIS mengikuti workshop sebagai bekal awal pelaksanaan GSF. Stelah itu mengadakan sosialisasi bersama para guru dan karyawan serta perwakilan sekaligus merancang konsep peta sekolah serta potensi dan masalah berdasarkan 9 isu. Hari selanjutnya, siswa-siswi dilibatkan membuat poster 9 isu, menggarap mading 9 isu, dan membenahi kelengkapan lingkungan di sekolah seperti saluran IPAL, BIOPORI dan lain-lainnya.
Setelah tim kesembilan issu terbentuk sebagai Pembina para guru bersama perwakilan kelas langsung merancang program kerja sesuai dengan tanggung jawab setiap issu. Selama itu juga melibatkan seluruh siswa berdasarkan kelasnya yang dibagi tiap tempatnya. Seluruh siswa bersemangat dan aktif. Hal ini juga efektif untuk menyadarkan siswa dalam hal kebersihan, karena seluruh siswa turut terlibat membersihkan lingkungan sekolah.
Peta umum sekolah, sampah dan polusi, energi, air dan limbah cair, tanaman hijau, resiko, kantin sehat, inovasi teknologi, publikasi dan literasi sebagai sembilan isue utama GSF dikomunikasikan secara gamblang dan mendetail juga pada semua warga sekolah. Harapannya dengan adanya sosialisasi ini terbangun komunikasi yang pada akhirnya mampu mewujudkan partisipasi semua warga sekolaj guna memenuhi sembilan isue GSF.
Selain mempersiapkan kesembilan issu GSF, Pak Trianto juga membantui panitia GSF mempersiapkan yel-yel yang pada penilaian GSF juga akan menjadi bagian yang akan dinilai oleh para juri. Sebagai langkah terakhir pada hari Jumat, 2 November dilaksanakan simulasi pelaksanaan penilaian juri yang melibatkan semua siswa serta para perwakilan siswa yang akan mempertanggungjawabkan proses kerja yang telah dilaksanakan di setiap 9 issu. Sesua dengan jadwal penilaian yang telah diumumkan oleh panita GSF, SMPK Santa Maria II akan dikunjungi juri pada hari Senin, 6 November 2017.
“Semoga semua persiapan yang telah kita lakukan menghasilkan sesuatu yang terbaik”, demikian harapan Pak Albert sebagai koordinator issu peta umum sekolah setelah mengamati simulasi pada siang itu sambil meninggalkan lapangan.




LKTD I Calon Pengurus OSIS

Sabtu, 26 Agustus 2017 sekitar pukul 07.00 WIB sebanyak 45 calon pengurus OSIS 2017-2018 siap berangkat menuju Campingground Hotel Purnama Batu untuk mengikuti LKTD tahap I yang akan berlangsung sampai hari Minggu, 27 Agustus 2017. Sebelum berangkat menuju tempat pelaksanaan LKTD tahap I, Bapak Beni selaku koordinator kegiatan sekaligus Pembina OSIS memberikan pengarahan di lapangan terkait dengan aturan dan tata tertib selama melaksanakan kegiatan LKTD tahap I.
Rombongan peserta LKTD I tiba di Hotel Purnama sekitar pukul 07.45 WIB langsung mempersiapkan apel pembukaan LKTD I yang dibina oleh Ibu Kris Yuliana mewakili Sr. Dorothea, SPM yang terpaksa hadir agak siang karena ada kegiatan dinas yang tidak bisa ditinggalkan. Pada amanat apel Bu Kris Yul mengharapkan agara pada LKTD I ini para calon pengurus OSIS benar-benar memaksimalkan kegiatan dengan berperan aktif selama melaksanakan kegiatan, sehingga selama proses tersebut para pendamping yakni bapak ibu guru langsung bisa melakukan penilaian terkait kecakapan yang dimiliki sebagai modal dasar sebagai pengurus OSIS.
Selesai apel para siswa diberikan kesempatan untuk istirahat. Setelah ditu dilanjutkan dengan pemasanan berupa icebreaking yang dipandu oleh Bapak Trianto di lapangan parkir utara Hotel Purnama. Pada sesi tersebut Pak Trianto mengajak berlatih yel-yel LKTD I dan membentuk kelompok-kelompok kecil. Selesai ice breaking disambung dengan pemaparan materi Kepemimpinan Kristiani yang disampaikan oleh Bapak Albert di ruang Wing Aula .Pada kesempatan itu Bapak Albert menegaskan bahwa sebagai calon pengurus OSIS harus menyadari peran leadership yakni melayani dengan penuh tanggung jawab.
Materi Mengenal Potensi Diri disampaikan oleh Ibu Retha setelah Bapak Albert mengakhiri materi Kepemimpinan Kristiani. Pada materi Mengenal Potensi Diri mantan koordinator OSIS tahun 2016-2017 itu mengajak bagaimana para calon pengurus OSIS mampu mengenali potensi diri sekaligus mampu mengembangkan. Materi tersebut diselingi dengan permainan yang mengajak para peserta LKTD mampu menggali potensi diri melalui permainan kartu.
Sekitar pukul 13.30 WIB pemaparan Mengenal Potensi Diri berakhir dilanjutkan dengan makan siang dan istirahat sejenak sambil berpindah tempat menuju ke tenda yang akan dipakai untuk bermalam. Semua peserta LKTD membawa masing-masing tas serta perbekalan untuk menuju camping ground Hotel Purnama.
Selesai istirahat dilanjutkan materi Kedisipilan yang disampaikan oleh Ibu El. Kris Yuliana disambung dengan acara bersih diri/mandi sekitar pukul 17.15 WIB disambung dengan pemaparan materi Etika yang dibawakan oleh Ibu Anna. Materi Etika berakhir sekitar pukul 19.15 WIB dilajutkan dengan makan malam. Sekitar pukul 20.15 Bapak Budi Daryono mulai memandu pemaparan materi Komunikasi di tenda pertemuan dengan menggunakan teknik penerapan aktivitas komunikasi dengan mengeksplorasi Koran sebagai sumber komunikasi.
Pukul 21.15 WIB para peserta LKTD I diajak untuk menggali pembinaan mental yang dikoordinasi oleh Bapak Trianto dengan membagi semua peserta LKTD I menjadi 5 kelompok sesuai dengan 5 pos yang akan menggali mental religius, nasionalis, kemandirian, kerja sama, dan integritas. Para petugas setiap pos telah mempersiapkan berbagai kegiatan maupun study kasus yang bertujuan menggali mental para calon pengurus OSIS.
Pembinaan mental membutuhkan waktu sekitar 2 jam dimana setiap pos diberi waktu 20 menit untuk beraktivitas, Selesai pembinaan mental dilanjutkan dengan refleksi dan doa malam yang dipimpin langsung oleh Sr. Dorothea, SPM. Setelah itu para peserta LKTD I dipersilakan untuk menikmati malam yang dingin dengan beristirahat.
Pada hari Minggu, 27 Agustus 2017 sekitar pukul 06.00 WIB para siswa diajak senam pagi disambung dengan makan pagi. Para peserta diminta tidak mandi terlebih dahulu karena akan dilanjutkan dengan outbondfun yang pimpin oleh Bapak Beni selaku Pembina OSIS. Selesai outbondfun disambung dengan acara trekking yang jaraknya memerlukan waktu sekitar 2 jam.
Trekking memanfaatkan jalan sekitar Hotel Purnama dimana kiri-kanan jalan banyak dijumpai berbagai aneka bunga yang ditanam dan dikembangkan oleh petani bunga sekitar rute trakking. Selesai trekking para peserta LKTD I diberi kesempatan untuk bersih diri sekaligus berkemas. Kegiatan evalusi dilaksanakan di tenda pertemuan yang dipimpin langsung oleh Bapak Beni dan Ibu Deka Nanda.
Sekitar pukul 11.45 WIB acara LKTD I ditutup dengan apel penutupan yang dipimpin oleh Ibu El. Kris Yuliana mewakili Sr. Dorothea, SPM yang berhalangan karena ada urusan keluarga yang tidak bisa ditinggalkan. Pada penutupan LKTD I Ibu Kris Yul berpesan semoga para calon pengurus OSIS mengalami peningkatan terhadap konsep leadership yang dicita-citakan dalam kegiatan tersebut.
Setelah makan siang pukul 12.30 WIB semua peserta bersiap pulang dengan berjalan tempat bus penjemput siap mengantar rombongan kembali ke Malang. “Acara LKTD I ternyata mengasyikan, banyak pengalaman dan pembelajaran dapat kami peroleh,” demikian ungkap salah satu peserta sambil membawa tas dan perbekalannya menuju tempat parker bus di sekitar Hotel Purnama. Perjalanan dari Hotel Purnama Batu menuju sekolah membutuhkan waktu 1,5 jam. “Semoga setelah ini kita akan mendapatkan calon pengurus OSIS yang sesuai dengan tuntutan zaman yakni mereka memiliki semangat melayani serta mampu membangun relasi dengan semua siswa sekolah,” harapan Ibu Anna selaku koordinator kesiswaan.



Bina Lingkungan kompleks Panderman

Hasil pengamatan dan curah pendapat dari para guru dan karyawan kompleks Panderman dirasa nilai-nilai kebersamaan dan persaudaraan masih perlu dikonkritkan bahkan dikembangkan, maka setiap bulan akan diadakan kegiatan kebersamaan berupa senam bersama. Secara bergantian ketiga unit kerja akan menjadi koordinator kegiatan tersebut secara bergantian. Sedangkan untuk tempat pelaksanaan yang represesntatif disepakati ada di lingkungan SD dan SMP Katolik Santa Maria II.
Diawali dengan diskusi informal ketiga kepala sekolah di lingkungan Panderman yang kebetulan tinggal dalam satu rumah tepatnya di susteran SPM jalan Telomoyo menggagas acara rutin untuk membangun keakraban dan meningkatkan semangat kebersamaan yakni bina lingkungan dengan senam bersama setiap bulan sekali. Semangat sebagai satu saudara dilingkungan kompleks Panderman tersebut pada hari Sabtu, 19 Agustus 2017 dikonkritkan sebagiai aktivitas bersama yuntuk yang pertama kalinya dengan kegiatan senam bersama, lomba-lomba bernuasa gembira serta makan siang bersama.
Acara dimulai pukul 07.00 WIB dengan sambutan koordinator bina lingkungan kompleks Panderman yakni Sr. Veronique, SPM. Beliau berharap keakraban dan kebersamaan ini dijadikan modal untulk membangun relasi yang saling menyapa dan meneguhkan khususnya bagaimana unit kerja TK, SD, dan SMP Santa Maria II untuk bisa saling mendukung khususnya dalam mempertahaunkan eksisitensi dalam memberikan jasa khususnya bagi para orangtua, siswa dan stakeholder. Setelah sambutan semua guru dan karyawan ketiga unit kerja kompelks Panderman diajak untuk senam bersama yang dipandu oleh Ibu Anna Maria dan Bapak Mesak.
Sekitar pukul 08.00 senam bersama selesai dilanjutkan dengan menikmati the, kopi dan makanan polo pendem yang telah disiapkan di ruang tunggu SDK Santa Maria II. Sambil menunggu istirahat Pak Trianto dan teman-teman mempersiapkan beberapa fun games diantaranya mencari harta karun, balon estafet, melukis buta, sumpit kacang ijo, dan joget bersama. Menurut Sr. Dorothea, SPM kepala SMPK Santa Maria II acara yang dikemas bisa dinikmati serta membantu para guru dan karyawan untuk bisa mengenal bahkan membangun keakraban di anatara mereka, beliau juga berharap acara ini akan terus bisa berkesinambungan bahkan pada akhirnya nanti akan menghasilkan nilai-nilai kebersamaan yang konstruktif.
Acara demi acara bisa berjalan sesuai dengan rancangan bahkan menurut Bapak Albert pada akhir kegiatan ia berharap kegiatan ini bisa terus dilaksanakan dengan alasan mampu membangun keakraban antar guru dan karyawan tiga unit kerja di kompleks. Demikian juga menurut Bapak Mesak “Acara ini semakin membuka mata hati saya untuk bisa mengenal bahkan kegiatan ini bisa menjadi awal nilai-nilai kebersamaan yang akan dikembangkan khususnya bagaimana ketiga unit kerja ini bisa memberikan kontribusi antara unit satu dengan unit kerja lainnya.
Sebagai bentuk apresiasi kepada para peserta fun games panitia menyediakan hadiah bagi para jawara dan hadiah bagi semua peserta fun games. Menurut Ibu Retha selaku sie. hadiah mengatakan bahwa hadiah itu disiapkan sebagai ungkapan jalinan batin agar semua warga unit kerja di kompleks Panderman semakin tergerak untuk terus meningkatkan relasi baik antar personal maupun antar unit kerja, sambil membagikan hadiah bagi para jawara setiap jenis fun games. Dan membagikan nomor doorprice bagi peserta yang belum berkesempatan memenangi jenis fun games.
Sebagai puncak kegiatan bina lingkungan dari pagi hinga siang itu adalah makan siang bersama yang diawali dengan doa penutup sekaligus doa makan yang dipimpin oleh Bapak Yohanes, guru agama SDK Santa Maria II. Keakraban nampak begitu kelihatan saat mereka secara bergantian antri untuk mengambil makan siang. “Semoga dari waktu ke waktu kita semakin memiliki jalinan batin,” harapan Pak Andiek sambil menikmati makan disekitar galerai utara unit SDK Santa Maria II.



UPACARA 17 AGUSTUS

Upacara hari kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia pada hari Kamis, 17 Agustus 2017 juga dilaksanakan oleh segenap warga SMPK Santa Maria II. Bahkan juga mengundang pengurus Komite Sekolah yakni P4 serta pengurus Alsanmar, wadah bagi para alumni SMPK Santa Maria II. Upacara dimulai pukul 07.30 WIB.
Upacara bendera dipimpin oleh Bapak Mesak, pada amanatnya beliau menegaskan sekali lagi makna kemerdekaan dikaitkan dengan perkembangan zaman khususnya bagaimana para siswa harus mampu mengendalikan diri dalam menggunakan gadget atau perangkat IT yang lainnya. Menurut beliau dengan perkembangan IT yang begitu cepat ini kata kunci untuk terus mengarahkan pikiran dan kewajiban siswa adalah bagaimana mereka harus mampu menggunakan dan memanfaatkan secara arif dan bijaksana
Pada upacara tersebut para peserta lomba fashion kemerdekaan juga mampu memberikan warna saat upacara, nuansa kebhinnekaan begitu kuat, rasa nasionalisme seakan akan begitu menggetarkan hati, ungkap pak Fidelis Suhadi setelah selesai mengikuti upacara tersebut. Selesai upacara dilanjutkan dengan lomba fashion kemerdekaan serta penampilan finalis lomba stand up comidi yang dipandu oleh bapak Bambang dan Ibu Retha
Sementara para undangan dan sebagian guru dan karyawan berkumpul di ruang kegiatan untuk mensyukuri kemerdekaan dengan santap pagi bersama yang dipimpin oleh Bapak Fidelis Suhadi. Pada kesempatan tersebut Sr. Dorothea selaku kepala sekolah mengajak para guru, pengurus P4 sertapengurus Alsanmar untuk terus memberikan bakti dirinya bagi sekolah dan Negara dengan melaksanakna apa yang sudah menjadi tanggug jawab baik sebagai pengurus P4 atau Alsanmar.
“Upacara 17an ini saya merasa lebih ngeh gitu ya,,,?” ungkap salah satu pengurus P4. Mungkin menurut bapak Albert M Depa yang memberi suasanabeda adalah dengan diikutkanya marchingband dalam mendukung upacara tersebut. Secara khusus upacara 17an tahun ini diwarnai dengan marchingband, menurut Ibu Anna peralatan marchingband yang sudah kita miliki sejak tahun yang lalu, mulai tahun pelajaran 2017-2018 ini akan kita maksimalkan, siapa tahu dengan kegiatan marchingband sekolah semakin memiliki nilai tambah sebagai sekolah yang memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan bakat dan minatnya di sana.
Pada perayaan 17 Agustus pagi itu semua siswa mendapatkan puding dengan warna merah putih. “Wah..enak ya? Setelah upacara sekolah memberikan pudding merah putih, ungkap salah satu siswa kelas VII yang baru pertama merasakan suasana upacara 17 Agustus di sekolah ini dengan bangga sambil menikmati pudding merah putihnya. Sekitar pukul 10.00 kegiatan berakhir dan para siswa pun pulang dengan penuh syukur akan kemerdekaan bangsa ini.



KEMERIAHAN SAMBUT DIRGAHAYU KE-72 REPUBLIK INDONESIA

Rabu 16 Agustus2017 sekitar pukul 07.00 WIB semua siswa SMPK Santa Maria II berbaris rapi dilapangan dengan agenda latihan aubade dilanjutkan dengan aneka lomba dalam rangka memeriahkan hari kemerdekaan ke-72 negara tercinta Republik Indonesia. Latihan aubade dipimpin secara bergantian oleh Bapak Darwin, Ibu Maria, dan Bapak Frans. Pada latihan aubade tersebut juga dimamfaatkan sebagai gladi bersih kegiatan upacara yang akan dirayakan pada tanggal 17 Agustus 2017.
Sekitar pukul 09.00 WIB kegiatan latihan aubade dan gladi bersih upacara berakhir dengan memberikan waktu kepada para siswa untuk istirahat. “Pada upacara 17 Agustus nanti suasana yang diciptakan semoga lebih khitmat dan ilegan karena pada upacara nanti akan diwarnai dengan penampilan marchingband yang masih ditahun ini mulai dihidupkan kembali setelah sekian puluh tahun tidak pernah eksis lagi,” demikian ungkap Ko. Kesiswaaan Ibu Anna di sela-sela mempersiapkan lomba yang segera akan dimulai pada siang itu.
Setelah istirahat para siswa mulai menempati tempat-tempat pelaksanaan berbagai perlombaan yang terdiri dari lomba Karaoke, Stand up Comedy, Makan krupuk, Kipas balon, Memasukan paku dalam botol, Joget bola, Hias Kelas dan Sepeda lambat sedangkan untuk lomba fashion kemerdekaan akan dilaksanakan setelah upacara 17 Agustus. Kemeriahan pada hari itu semakin semarak dengan nuansa dresscode warna merah dan putih.
Menurut Bapak Mesak selaku koordinator HUT ke-72 RI, mengharapkan melalui aneka lomba ini minimal siswa memiliki waktu untuk merenungkan begitu pentingnya arti kemerdekaan sebuah bangsa. Masih lanjut beliau ia berpesan agar roh atau spirit kemerdekaan bisa diwejawantahkan dalam setiap pikiran, perbuatan terutama ketika siswa memahami dengan benar apa yang menjadi tanggung jawab mereka sebagai pelajar.
Pada kemeriahan tersebut hampir semua siswa terlibat aktif baik sebagai perwakilan kelas ataupun sekedar sebagai supporter yang memberikan dukungannya agar teman-temannya yang berlomba memiliki semangat untuk memberikan yang terbaik dalam setiap mengikuti mata lomba yang diikuti. “Wah heboh lomba yang saya ikuti Pak,” ungkap salah satu perwakilan kelas yang sempat melaporkan kepada wali kelasnya setelah ia mengikuti salah satu lomba.
Kehebohan yang paling mendominasi, nampak pada lomba jogged bola. Pada lomba ini semua peserta telah berupaya memberikan yang terbaik dengan jogged yang dilakukan sambil mengamankan bola voli yang berada diantara kepala dengan kepala pasangannya. “Capek pak!” teriak Audrey salah satu peserta lomba joged bola.

Peringatan Hari Pramuka

Pada upacara hari Pramuka, 14 Agustus 2017, Kak Galang Bagus Afrianto selaku Pembina upacara mengatakan, adik-adik pramuka harus bisa memaknai praja muda karana dengan berbagai aktivitas yang membangun. Kak Galang juga mengajak, gerakan Pramuka harus menanamkan rasa bangga dan cinta tanah air di dalam diri setiap anggota pramuka. Terlebih jika kita melihat perkembangan zaman yang sudah seperti ini.
“Kita harus meninggalkan pola-pola kegiatan dan aktivitas lama yang tidak pas digunakan untuk generasi saat ini. Sentuhlah rasa cinta, bangkitkan rasa bangga generasi muda pada tanah airnya sehingga benar-benar tertanam di dalam diri setiap anggota gerakan pramuka,” katanya selesai upacara tersebut.
Selesai upacara peringatan Hari Pramuka dilanjutkan dengan atraksi yang dipersembahkan oleh anggota Pramuka inti dengan menampilkan yel-yel serta formasi baris berbaris. “Kita juga berharap dengan menampilkan salah satu aktivitas kepramukaan itu banyak adik kelas yang tertarik untuk bergabung dengan Pramuka Inti sekolah,” demikian harapan Antony selaku anggota dewan Galang selesai melaksanakan atrksi tersebut.
Kak Trianto selaku koordinator pramuka SMPK Santa Maria II pada kesempatan itu memberikan motivasi sekitar semangat adik-adik pramuka dalam mengikuti aktivitas kepramukaan disekolah dengan memamerkan berbagai lomba yang telah diikuti serta memberikan pemahaman terkait dengan peranan adik-adik pramuka sebagai masa depan bangsa pada kesempatan itu ia berkeyakinan kita semua bisa menjadi generasi yang unggul, generasi yang kreatif, generasi yang berkualitas.
Mengakhiri motivasinya beliau meminta para anggota pramuka terus berkreasi, berkarya pada wadah gerakan pramuka. Seorang Pramuka itu harus berani termasuk berani melakukan inovasi. Seorang pramuka itu harus terampil, termasuk terampil dalam menggunakan teknologi secara positif