Blog

REKREASI KE BALI : SISWA KELAS 9

Salah satu agenda setelah UNBK khususnya bagi siswa kelas IX adalah rekreasi ke Bali. Pada hari Minggu, 22 Mei 2017 sekitar pukul 11.30 WIB para siswa kelas IX sudah mulai berdatangan bersama orangtua ke sekolah untuk mengikuti rekreasi ke Bali. Sebelum berangkat para siswa melakukan absensi, mendengarkan pengarahan teknis serta mengawai dengan doa bersama.

Sekitar pukul 13.00 para siswa kelas IX mulai bergerak secara berkelompok sesuai dengan pembagian armada bus yang pada kegiatan tersebut menggunakan lima bus, setiap bus menampung siswa kelas IX A sampai IX F. Pada rekreasi ke Bali tahun ini diikuti oleh 198 siswa dengan 10 guru pendamping yang terdiri dari enam wali kelas dan Sr. Dorothea, SPM selaku kepala sekolah, Sr. Matilda, SPM sebagai bendahara serta 3 bapak/ibu guru pendamping.

Perjalanan menuju ke Pulau Dewata berjalan lancar dengan objek pertama yakni pantai Pandawa tiba sesuai dengan rencana yakni menjelang matahari terbit. “Pemandangan Sunrice sangat indah dan semakin menguatkan kami bahwa sang Pencipta memliki kekuatan yang luar biasa dengan segala karya ciptaanNya yang selalu baik adanya,” demikian ungkap Bapak F. Suhadi yang juga turut mendampingi kegiatan tersebut sambil menikmati hangatnya sinar mentarai yang perlahan-lahan menyambut kedatangan rombongan SMPK St. Maria II.

Selesai menikmati Pantai Pandawa dilanjutkan menuju Pantai Kuta, hampir setengah hari menikmati suasana Pantai Kuta dilanjutkan dengan makan malam. Tiba saatnya rombongan langsung menuju Hotel Harris untuk chek in, setelah semua rombongan membereskan pembagian kunci dan kamar, langsung beraktivitas santai. Setelah menikmati makan malam sekitar pukul 17.00 WITA kami segera menuju ke bus kembali untuk menuju objek wisata hiburan yakni Devdan Show.

Setelah menikmati sajian hiburan Devdan Show dilanjutkan kembali ke hotel untuk istirahat. “Karena besok hampir seharian kita memerlukan tenaga yang fit maka malam ini harus digunakan untuk istirahat,” demikian pengumuman di setiap bus menjelang tiba kembali ke hotel. Ditambah dengan informasi bahwa perjalanan besok dimulai pukul 07.00 WITA maka para siswa sudah harus bangun dan sarapan sebelum meluncur meuju ke objek Pulau Penida dan Garuda Whisnu Kencana.

Setelah semua peserta rekreasi sarapan dan siap di bus masing-masing maka meluncurlah ke dermaga tempat kapal pesiar Quick Silver siap mengantar kami ke wisata bahari yang memerlukan waktu sekitar 1 jam perjalanan laut. Begitu sampai di tempat wisata bahari Quick Silver para siswapun segera menikmati wahana yang bisa dinikmati diantaranya kunjungan kapal selam, desa tradisional, dan aneka permainan air. Pukul 14.00 WITA wisata bahari pun berakhir dengan segera meninggalkan tempat wahana tersebut untuk kembali ke Pulau Bali. Sesampai ke Pulau Bali rombongan langsung menuju objek wisata Garuda Whisnu Kencana.

Makan malam juga dilaksanakan di sekitar objek wisata GWK sekitar pukul 18.00 WITA dilanjutkan kembali ke hotel untuk menikmati malam terakhir beristirahat di hotel Harris tersebut. Pada kesempatan itu diumumkan bahwa pukul 08.00 WITA rombongan sudah harus chek out maka para peserta harus bisa mengatur waktu kapan bangun, sarapan dan segera berkemas.

Rombongan pun sekitar pukul 08.00 WITA meninggalkan hotel untuk melanjutkan wisata ke Water Boom, Iam Bali, wisata belanja ke Khrisna sekaligus makan siang dan objek terakhir adalah Tanah Lot. Semua objek wisata tersebut bisa dikunjungi dengan baik oleh para peserta rekreasi Bali. Berbagai pengalaman baru dapat mereka peroleh khususnya bagaimana dengan kebersamaan itu para siswa kelas IX dapat semakin mengenal satu dengan yang lain.

Saatnya perjalanan kembali ke Malangpun tiba sebelumnya rombongan makan malam di Bali Agoeng Resto. Setelah makan malam, sekitar pukul 20.00 WITA perjalanan pulang pun dilanjutkan menuju penyeberangan Gilimanuk ke Banyuwangi. Perjalanan pun begitu lancar tak terasa rombongan telah sampai ke Malang sekitar pukul 06.50 WIB. Sambutan para orangtua yang telah menanti, peserta rekreasi disambut dengan santap roti dan minuman susu hangat. “Wah enaknya…dengan suguhan susu hangatnya,” demikian ungkap Pak Mesak yang juga ikut ke Bali untuk yang pertama kalinya dalam kegiatan rekreasi bersama para siswa.

KEMAH RAYA 2017

Tanggal 15 – 17 Mei 2017 Penggalang Gudep SMPK Santa Maria II menggelar Kemah Raya sebagai puncak kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan. Kemah Raya tersebut masih menggunakan fasilitas bumi perkemahan Betlehem-Jedong-Wagir. Pada hari Senin sekitar pukul 12.30 WIB rombongan adik-adik penggalang berangkat dari sekolah dengan menggunakan 6 truk dari Angkatan Udara, yang dipandu langsung oleh Kak Budi Daryono. Sebelumnya para adik pengalang mendapatkan pengarahan bagaimana ditengah perjalanan dan begitu tiba di tempat perkemahan.

Rombongan tiba di tempat perkemahan sekitar pukul 13.15 WIB dan langsung dipandu oleh Kakak Maria untuk segera menempatkan diri dimasing-masing tenda yang telah disediakan, setelah itu adik-adik penggalang diminta mengambil barang-barang baik pribadi atau regu untuk dibawa ke tenda-masing-masing. Para penggalang diberikan kesempatan untuk istirahat sebelum kegiatan ael pembukaan dimulai.

Sekitar pukul 15.30 WIB Apel pembukaan Kemah Raya dimulai dengan dipimpin langsung oleh Sr. Dorothea, SPM selaku kamabigus gudep SMPK Santa Maria II dengan mengajak para adik penggalang menggunakan kesempatan Kemah Raya ini sebagai sarana membangun karakter terlebih ketika berkempatan hidup jauh dari orangtua dan lingkungan rumah tempat tinggal adik-adik penggalang. Pada kesempatan itu pula beliau juga mengingatkan bahwa dasa dharma pramuka merupakan pedoman untuk harus selalu diperjuangkan sebagai rel dalam menjalani kegiatan kepramukaan sekaligus nanti akan berpengaruh pada kehidupan yang sesungguhnya.

Kemah Raya tanun 2017 ini diikuti oleh 198 siswa dengan didukung 12 Pembina dan 8 Pendamping. “Ini pengalaman yang tak terlupakan Kak”, ungkap Antony selesai mengikuti apel pembukaan. Ia pun berharap acara yang akan dijalaninya selama 3 hari ini benar-benar menjadi sebah pengalaman yang membangun karakter sesuai dengan harapan kamabigus saat membuka acara Kemah raya ini.

Kegiatan dalam kemah raya tahun 2017 diisi dengan materi pembinaan mental, praktik memasak menu makan malam yakni nasi goreng, lomba yel-yel regu, jalan-jalan malam, penjelajahan, fun games, api unggun, dan lomba-lomba antar regu. “Puji Tuhan semua rencana yang sudah kami rancang bisa dilaksanakan selama tiga hari ini,” demikian ungkap Kak Yosi selaku koordinator kemah raya tahun ini.

Pada apel penutupan, Sr. Dorothea, SPM masih menegaskan bagaimana pengalaman kemah raya ini harus memberikan sesuatu yang membuat masing-masing pribadi semakin memilki kesempatan untuk meningkatkan kualaitas diri yang didapatkan dari berbagai kegiatan yang dijalani baik secara pribadi maupun beregu. Pada akhir kegiatan kemah raya tahun ini terpilih F.X. Antony sebagai raja kemah raya dan Refita sebagai ratu kemah raya.

Sekitar pukul 13.15 WIB akhirnya adik-adik pengalang meninggalkan tempat kemah raya untuk kembali ke sekolah dengan menggunakan kendaraan truk yang sudah sejak pukul 12.00 telah siap menjemput adik-adik penggalang. “Semoga kemah raya ini mampu mencapai tujuan yang diharapkan salah satunya para adik pengalang mengalami sesuatu yang membuka hati dan pikirnya untuk lebih bisa mandiri dan dewasa baik bertindak, berbuat serta bertutur kata,” demikian harapan kak Hadi sambil mengawal rombongan dengan sepeda motor supra fitnya.

AYO MENGENAL SEJARAH BULAN ROSARIO

Banyak umat Katolik tidak mengetahui bahwa gereja Katolik menetapkan bulan Mei sebagai bulan Maria dan bulan Oktober sebagai bulan Rosario. Itulah dasar mengapa umat banyak melakukan kegiatan ziarah pada bulan-bulan tersebut. Karena rosario adalah bentuk devosi yang paling umum dilakukan untuk menghormati bunda Maria maka tidak ada salahnya kita lalui bulan yang penuh rahmat ini dengan ikut mendaraskan doa rosario sepanjang waktu.

Kita memperingati bulan Maria setiap bulan Mei (31 Mei). Tujuannya adalah untuk memperingati bunda Maria mengunjungi Elizabeth saudarinya. Peristiwa ini perlu dimaknai oleh gereja bahwa Maria karena imannya dipilih Tuhan sebagai jalan keselamatan. Dia mengandung oleh Roh Kudus dan melahirkan Tuhan Yesus, Sang Juru Selamat. Kunjungannya kepada Elizabeth merupakan pewartaan kabar gembira sekaligus perjumpaan iman karena Elisabeth menyambutnya dengan salam khusus dan bayi yang dikandungnya melonjak kegirangan. Sedangkan bulan Rosario (7 Oktober) adalah untuk memperingati Bunda Maria yang diangkat oleh Gereja sebagai ratu rosari.

Sejarah devosi rosario
Pada abad pertengahan ada banyak biarawan monastic yang tidak mampu berbahasa Latin sehingga mereka kesulitan mengikuti doa ofisi (mendaraskan mazmur). Mereka lalu mengganti doa tsb dengan mendaraskan 150 kali doa Bapa Kami. Jumlah doa Bapa Kami itu dihitung dengan seuntai tali manik-manik atau tali berikat-ikat yang disebut Pater Noster (Bapa Kami).

Seiring dengan perkembangan devosi kepada bunda Maria maka kebiasaan mendoakan Bapa Kami dengan manik-manik itu bergeser kepada doa Salam Maria. Doa Salam Maria didaraskan dan dihitung dengan menggunakan tali Pater Noster. Rangkaian doa Salam Maria yang didoakan 150 kali itu disebut Psalterium Marianum yang artinya kitab Mazmur Maria. Seratus lima puluh Salam Maria terbagi atas 15 sepuluhan yang masing-masing didahului doa Bapa Kami sebagai antifon dan ditutup Kemuliaan sebagai doa tanggapan. Rosario kemudian berperan sebagai peniru sekaligus pengganti ofisi kaum biarawan yang tidak bisa membaca.

Nah sejak abad XII doa salam Maria mulai diulang–ulang untuk mengenang 5 sukacita Maria yaitu :
* kabar dari malaikat
* kelahiran Yesus
* kebangkitan Yesus
* kenaikan Yesus dan pengangkatan Maria ke surga.

Pada abad XIII lima suka cita Maria itu ditambah dengan penampakan Tuhan dengan kepada bangsa-bangsa kafir, Pentakosta, kunjungan Maria kepada Elisabeth sehingga menjadi 7 suka cita Maria.

Kemudian pada abad XV daftar presidia yang ditetapkan sebagai landasan doa rosario makin dikenal dimana-mana seiring dengan ditemukannya mesin cetak. Buku kecil yang dicetak di Ulm (Jerman) tahun 1483 menganjurkan tiga rangkaian gambar masing-masing memuat lima lukisan tersendiri, yaitu 5 sukacita Maria, 5 penumpahan darah Yesus dan 5 suka cita Maria setelah kebangkitan Yesus. Jadi Inilah ke-15 peristiwa Rosario yang kita kenal hingga sekarang. Dan daftar ini pun disahkan Paus Pius V ketika menetapkan Rosario sebagai doa yang sah pada tahun 1569.

Berdasarkan enskilik Marialis Cultus dari Paus pendahulunya yang membicarakan tentang Rosario sebagai ringkasan Injil, Paus Yohanes Paulus II dalam Enskilik Rosarium Virginis Mariae merasa perlu melengkapi pola baru pada pola rosario yaitu peristiwa Terang. Paus mengatakan “Agar Rosario menjadi ringkasan Injil yang lebih utuh tepatlah ditambahkan renungan tentang peristiwa-peristiwa amat penting dalam pelayanan Yesus di hadapan umum antara waktu pembaptisan dan sengsaraNya. Peristiwa-peristiwa baru ini ditempatkan sesudah renungan sekitar inkarnasi dan kehidupan Yesus yang tersembunyi (peristiwa gembira) dan sebelum renungan yang berpusat pada sengsaraNya (peristiwa sedih) dan kenangan akan kebangkitanNya (peristiwa mulia). Jadi penambahan peristiwa baru ini dimaksudkan untuk memberi kesegaran dan untuk mengobarkan minat baru terhadap doa rosario dalam spritualitas kristiani sebagai jalan lurus menuju lubuk hati Yesus, samudera sukacita dan terang sengsara dan kemuliaan.”

Sebetulnya ada perbedaan antara bulan rosario dan bulan bunda Maria. Karena pada umumnya umat Katolik banyak yang tidak mengerti antara bulan rosario dan bulan bunda Maria banyak dari mereka yang menganggap bahwa bulan Mei ini adalah bulan rosario. Bulan Maria diperingati setiap bulan Mei (31 Mei), untuk memperingati bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Sedangkan bulan rosario (7 oktober) adalah untuk memperingati Bunda Maria yang diangkat oleh Gereja sebagai ratu rosari. Sekalipun begitu memang tidak ada masalah kan kalau kita juga berdevosi rosario di bulan Mei ini.

Ada beberapa umat yang berdoa rosario tidak menggunakan untaian rosario hal ini tidak masalah. Untaian rosario itu hanyalah sarana yang membantu kita dalam mendaraskan doa Rosario. Apabila tidak ada manik-manik Rosario bahkan kita masih dapat menggunakan jari-jari kita untuk menghitung 10 Salam Maria. Tentunya adalah jauh lebih baik jika kita berdoa rosario tanpa menggunakan untaian rosario daripada sama sekali tidak berdoa Rosario bukan?

Diambil dari: www.facebook.com/notes/iman-katolik/bulan-mei-

AUDIT EKSTERNAL SMM ISO SMPK SANTA MARIA II

Pada hari Kamis, 27 April di SMPK Santa Maria II pihak URS melaksanakan audit eksternal dari URS terhadap mengimplementasikan Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2008 Bidang Pendidikan di bawah lembaga sertifikator URS (United Registrar of Systems (URS). Satu-satunya sekolah di bawah Perkumpulan Dharmaputri itu telah melaksanakan SMM ISO sejak 19 Juli 2010.

Sebelum pelaksanaan audit eksternal, telah dilaksanakan Audit Mutu Internal (AMI) pada tanggal 10 s.d. 17 April 2017 yang diakhiri dengan Rapat Tinjauan Manajemen pada tanggal 21 April 2017 dengan mengaudit semua bagian tim kerja yang ada di SMP Panderman. Menurut klausul pengimplementasian SMM ISO 9001:2008 audit internal wajib dilakukan sebelum audit eksternal dilaksanakan dengan tujuan untuk lebih mematangkan semua system yang telah dilaksanakan apakah ada kekurangannya jika ada kekeurangan masih bisa diperbaiki sebelum audit eksternal dilakukan.

Opening Meeting Audit Eksternal ISO di ruang Kegiatan sekitar pukul , dengan Auditor dari URS Bapak Nanda yang sudah pernah mengaudit di SMPK Santa Maria II. Pada pembukaan audit eksternal tersebut Sr. Dorothea, SPM selaku TM mengharapkan agar apapun hasil audit eksternal dapat digunakan untuk semakin menyempurnakan pelaksanaan SMM ISO di sekolah ini. Pada audit eksternal kali ini bidang yang akan diperiksa adalah bidang TU, Perpustakaan, Kurikulum, BK, Sarana Prasarana, dan Humas. Pada OM tersebut Bapak Nanda selaku auditor eksternal memberikan kesempatan kepada koordinator tim kerja untuk memberikan masukan atau saran terkait teknis audit eketernal yang akan dilaksanakan.

Audit eksternal dimulai pukul 09.15 WIB yang akan memeriksa enam bagian dengan waktu istirahat pukul 13.15 WIB untuk makan siang. Pada pukul 15.15 WIB akhirnya pelaksanaan audit eksternal berakhir. Pada saat itu juga para guru dan karyawan berkumpul di Ruang Kegiatan untuk mendengarkan laporan hasil audit eksternal. SMM ISO yang telah diterapkan hampir 7 tahun berdasarkan pemeriksaan menurut pihak auditor berhasil dilaksanakan sesuai dengan klausal yang ada. Ini terbukti dengan tidak ada temuan yang bersifat mayor tetapi ada temuan-temuan kecil (minor findings). Temuan itu didapatkan pada bidang kurikulum mata pelajaran PPKn kelas VII dengan demikian diperlukan laporan perbaikan yang harus dikirimkan ke pihak URS

Dengan hasil audit eksternal tersebut, SMPK Santa Maria II dinilai masih layak untuk terus melaksanakan SMM ISO sebagai pedoman dalam menjalankan aktivitas pembelajaran. “Semoga dengan hasil yang telah dilaporkan pihak URS selaku auditor eksternal semua bapak ibu guru dan karyawan semakin terpacu untuk bisa menerapkan sistem manajemen mutu ISO ini sesuai dengan klausul-klausul yang sudah ada walaupun tidak menutup kemungkinan aka nada beberapa perubahan dokumen terkait pelaksanaan SMM ISO tersebut,” demikian ungkapan MR sambil mengucapkan terima kasih kepada semua pihak saat Clossing Meeting sore itu

RAPAT MARATHON DENGAN SEMANGAT KARTINI

Bertepatan hari Kartini, 21 April 2017 mulai pukul 10.30 WIB tepatnya setelah selesai US mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam siswa kelas IX di Ruang Agama Sr, bapak/ibu guru dan karyawan melaksanakan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) pemaparan hasil audit internal yang telah dilaksanakan sepekan ini. Selain RTM, juga akan diisi dengan membahas atau mereview agenda kegiatan sekolah selama bulan Mei, Juni, dan Juli dilanjutkan dengan rapat nilai siswa kelas IX (khusus bagi para bapak/ibu guru) dan yang terakhir mendiskusikan persiapan kegiatan rekreasi ke Bali (bagi parawali kelas IX da beberapa bapak/ibu guru yang ikut mendampingi acara tersebut)

Pada pemaparan hasil audit internal disampaikan perihal kekurangan dan perbaikan yang harus dilakukan oleh masing-masing tim kerja pada waktu yang telah disepakati dengan para auditor. Kesimpulan dari pemaparan hasil audit masih diperlukan kedisiplinan para tim kerja dalam menjalankan program serta adanya kesesuaian dengan masing-masing quality procedure yang dimiliki oleh tim kerja tersebut. Pada audit internal semester genapl tahun 2016-2017 ini dilakukan kepada semua bagian yang terdiri dari 12 tim kerja termasuk Top Manajemen/Kepala sekolah dan Manajenen Representative/Wakil kepala sekolah bersama Document Controller/Pengendali Dokumen

Setelah pemaparan hasil audit internal, Sr. Dorothea selaku Top Manajemen/Kepala Sekolah memberikan penegasan terkait dengan hasil audit. Beliau mengangkat tema Guru yang Efektif. Pada kesempatan itu kepala sekolah yang berasal dari Flores itu mengajak para guru dan karyawan untuk mampu bekerja secara efekti dengan memiliki pola pikir pro aktif, memiliki visi dan misi yang jelas, pandai dalam menentukan prioritas, selalu berpikir win-win solution, senang bekerja sama, selalu memerhatikan orang lain, serta selalu belajar sepanjang waktu.

Sebelum mantan kepala SMPK Mater Dei, Pamulang mengakhiri pembicaraanya, beliau menyampaikan spirit R.A. Kartini yakni, Terkadang kesulitan harus kamu rasakan terlebih dahulu, sebelum kebahagiaan yang sempurna datang padamu. Dengan penuh senyum beliau sangat percaya jika para pelaku pendidikan di SMPK Santa Maria II ini mampu melaksanakan apa yang menjadi tuntutan kewajiban yang telah melekat baik bagi guru maupun karyawan.

Setelah waktu menunjukkan pukul 13.10 WIB dilanjutkan dengan makan siang bersama dengan menu soto ayam dengan minuman degan yang disajikan di depan Ruang Kertakes dan Ruang Kegiatan. Suasana kekeluargaan nampak begitu mendominasi bagaimana para guru dan karyawan menikamati makan siang tersebut. Kami mendapatkan waktu untuk istirahat sampai pukul 14.00 WIB

Bel tanda waktu istirahatpun mulai terdengar sebagai tanda kami segera berkumpul kembali di Ruang Agama untuk melanjutkan rapat dengan materi revieuw agenda kegiatan bulan Mei, Juni dan Juli yang dipimpin langsung oleh Ibu El Kris Yuliana selaku MR. Penekanan review dilakukan untuk menyesuaikan berbagai program sekolah dengan perkembangan waktu yang ada. Semua itu bertujuan untuk mempersiapkan semua agenda sekolah agar dapat dilaksanakan tanpa mengganggu berbagai agenda yang lain. Begitu rapat review agenda kegiatan selesai dilanjutkan dengan rapat nilai siswa kelas IX khususnya nilai semester 1 sampai semester 6.

Sebagai agenda rapat terakhir membicarakan persiapan baik yang bersifat teknis maupun non teknis kegiatan rekreasi ke Bali. Pada rapat tersebut hanya diikuti oleh para wali kelas IX ditambah kepala sekolah serta beberapa guru untuk membantu mendamping para siswa saat rekreasi ke Bali. Bapak Budi Daryono selaku koordinator rekreasi ke Bali berharap koordinasi sore itu semakin memantapkan persiapan kegiatan, dengan demikian tujuan yang diharapkan dari kegiatan itu dapat dicapai.

MEMERIAHKAN HARI KARTINI 2017

Perayaan Hari Kartini di SMPK Santa Maria II pada hari Jumat, 21 April 2017 mewarnai pelaksanaan US dan USBN. Kondisi seperti itu tidak menyurutkan kami, khususnya para guru dan karyawan untuk tetap memberikan pesan dan nilai semangat memperingati hari Kartini kepada para siswa khususnya kelas IX yang sedang melaksanakan US dan USBN dengan menyepakati untuk mengenakan baju daerah pada hari itu. “Semoga dengan melihat para guru dan karyawan mengenakan pakaian daerah para siswa juga teringat akan semangat pembaharuan dari perjuangan ibu R.AKartini,” ungkap Ibu Anna di sela-sela saat foto bersama di ruang sekretariat US dan USBN.

Marilah kita refresh pemahaman kita terkait peringatan hari Kartini. Hari Kartini adalah hari yang diperingati bertepatan dengan hari kelahiran Pahlawan Kemerdekaan Nasional Raden Ayu Kartini (RA Kartini) pada tanggal 21 April setiap tahun sejak tahun 1964 oleh seluruh bangsa Indonesia. Tujuan peringatan Hari kartini adalah untuk memperingati dan menghormati perjuangan R.A. Kartini untuk mewujudkan kesetaraan kesempatan antara laki-laki dan perempuan di era modern yang secara khusus terutama dalam bidang pendidikan dan secara umum kesetaraan gender di semua bidang.

Perayaan ini selayaknya mengandung makna mendalam mengenai emansipasi perempuan dan mengingatkan seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk terus konsisten memperjuangkan keadilan gender. Peringatan Hari Kartini ditetapkan secara resmi melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964 yang ditandatangani pada tanggal 2 Mei 1964 yang didalamnya juga memuat penetapan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional

Semoga dengan Semangat Kartini Memperkuat Daya Cipta dan Kreativitas Perempuan Kekinian benar-benar mampu menginspirasi bagaimana khususnya generasi muda memiliki daya juang untuk semakin mampu menjadi Kartini-Kartini yang memiliki kompetensi sebagai pribadi yang mampu berjuang dan mandiri ditengah dinamika perkembangan zaman seperti saat ini, demikian harapan Pak Totok yang pada saat itu menggunakan pakaian adat jawatimuran (T.Th)