Promosi Panitia PPDB 2020-2021

Geliat dalam memperkenalkan sekaligus merealisasikan target kuota calon siswa kelas VII tahun pelajaran 2020-2021 panitian PPDB membuat gebrakan baru. Menurut Ibu Anna Sri Supeni selaku ko. Kesiswaan sekaligus ketua PPBD tahun 2020-2021 menegasakan dengan persaingan yang maikin ketat maka tim promosi dalan kepanitiaan PPDB harus melakukan terobosan baru yakni melakukan sosialisasi di berbagai daerah baik di dalam kota maupun antarkota.

Sosialisasi dimulai dengan merambah daerah Nganjuk dan Kediri, di sana tim promosi langsung bertemau dengan para siswa kelas VI dengan mengunjungi SD Budi Luhur yang beralamat di Jalan R.A. Kartini  Nganjuk. Tim promosi disana memperkenalkan keberadaan SMPK Santa Maria II Malang dengan berbagai aktivitas di antaranya penayangan profil sekolah, mempersembahkan akustik, dance, dan beberapa games pelajaran yang diramu menjadi sebuah aktivitas interaksi yang langsung bertemu dengan siswa kelas VI.

Selain kunjungan langsung dengan para siswa kelas VI di sekolah, tim promosi juga memasang banner dan poster di berbagai tempat yang dinilai strategis di anataranya tempat Ziarah Puhsarang, Kediri dan beberapa paroki di Kota Kediri. Termasuk juga di Paroki Nganjuk tim promosi selesai misa menghibur warga paroki setelah misa dengan lagu-lagu rohani akustik, dance dan pemeriksaan tekanan darah khususnya para manula.

Sesuai dengan program tim promosi, panitia PPDB 2020-2021 juga mengagendakan kunjungan langsung ke SDK  Sang Timur Batu, SDK Panti Parama, Pandaan. Menurut koordinator tim promosi Bapak Trianto, Th. menegaskan bahwa gebrakan perdana dalam rangka memperjuangkan kuota siswa kelas VII tahun pelajaran 2020-2021 adalah gebrakan yang realistis mengingat sekarang tingkat persaingan dalam meraih jumlah siswa yang sesuai dengan kuota masing-masing sekolah dialami semua lembaga pendidikan khususnya sekolah swasta.

Selain promosi melalui kunjungan langsung ke sekolah-sekolah bidikan, tim promosi juga bekerja sama dengan tim kerja spiritualitas moralitas dalam mendukung dan memberikan nilai tambah saat mereka menggelar koor safari sebagai salah satu program tim tersebut di berbagai paroki Kota Malang. “Semoga semua usaha yang kita lakukan paling tidak menjadi terobosan baru dalam memperkenalkan sekolah kita kepada para siswa SD maupun para orang tua mereka,” demikian harapan Pak Mesak sebagai salah satu anggota tim promosi PPDB selesai meringkas peralatan tim promosi.

SUHU DINGIN KOTA MALANG MASIH BERLANJUT

Pada awal bulan Agustus 2019 ini fenomena suhu Kota Malang yang dingin masih berlanjut sejak  bulan Juni lalu bahkan semakin terasa dingin, seperti yang terpantau melalui laman resmi BMKG. Data terendah mencapai suhu terendah yakni 15 derajat celcius pada dini hari yang membuat Bumi Arema tersebut semakin dingin saja.

Ternyata dibalik semakin dinginnya suhu di Kota Malang, ada penjelasan ilmiahnya, seperti yang disampaikan oleh pihak BMKG Kota Malang berikut ini. Suhu dingin yang melanda Malang Raya Jawa Timur, dalam sepekan terakhir diperkirakan mencapai kisaran 15 hingga 16 derajat celcius.

Menurut data Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karangploso Kabupaten Malang. Meski begitu, suhu tersebut belum menjadi yang terendah di wilayah Malang Raya. Lantaran sekitar dua puluh tahun yang lalu, suhu di wilayah tersebut pernah mencapai 14 derajat.

Rekor suhu terdingin kota Malang mencapai 14 derajat tercatat sekitar tahun 1990-an dari data Kepala Stasiun BMKG Karangploso Kabupaten Malang Aminudin Al Roniri. Amin melanjutkan, suhu terendah itu akibat pergantian musim, dari penghujan ke kemarau. Hal ini rutin terjadi setiap tahunnya. Namun, suhu terendah diakuinya baru terjadi tahun ini dan dimungkinkan bakal lebih dingin lagi.

“Suhu musim kemarau identik dengan suhu dingin, adem tapi kering. Ini karena RH atau kelembaban udara rendah,” urainya.Musim kemarau, masih kata Amin, posisi matahari berada di utara paling jauh. Sedangkan Indonesia, Malang khususnya, berada di belahan bumi selatan. Letak atau kondisi geografis Malang juga menjadi faktor suhu semakin dingin, karena letaknya sekitar 600 meter di atas permukaan laut (Mdpl).

Letak geofrafis yang tinggi dari permukaan laut maka daerah itu akan semakin dingin. Kota Batu misalnya. Juga tak heran di kawasan Bromo dilaporkan sampai ada fenomena es. Suhu dingin diprediksi akan terjadi di puncak kemarau, Agustus mendatang. BMKG mengimbau masyarakat memakai jaket tebal. Selain itu disarankan memakai pelembab, karena suhu dingin bisa berdampak pada kulit yang kering dan bibir pecah- pecah.

Dalam kondisi yang seperti ini, sangatlah penting untuk menjaga kesehatan, misalnya dengan mengatur pola makan dan pola hidup. Lantaran, jika tidak mengatur dua hal tersebut maka tubuh akan rentan terserang oleh penyakit. Pastikan memakai pakaian yang hangat, kaos kaki, syal atau aksesories penghangat tubuh ditengah cuaca yang dingin. Dengan memakai pakaian yang tebal tubuh akan hangat dan suhunya terkontrol.

Selain menggunakan pakaian tebal, diperlukan juga mengkonsumsi makanan yang hangat dan sehat. Suhu cuaca yang dingin seperti ini, makanan hangat sangat dibutuhkan oleh tubuh agar kondisi tetap nyaman. Diperlukan meminum vitamin ataupun suplemen untuk meningkatkan daya tahan tubuh. makanan yang baik untuk dikonsumsi dan berkhasiat untuk menghagatkan tubuh adalah wortel, jeruk, jambu biji, jahe dan bawang putih, daging dan telur ayam, madu, kacang – kacangan, kentang, bayam dan yogurt.

                                                                                                    (diringkas dari berbagai sumber)    

MISA SYUKUR 67 TAHUN SEKOLAH

Romo Emanuel Wahyu Widodo Pr. Pada hari Kamis, 1 Agustus 2019 memimpin misa syukur perayaan 67 tahun SMPK Santa Maria II Malang. Secara khusus pada hari itu semua warga sekolah fokus pada puncak acara ulang tahun yang ke-67 tahun sekolah yang dikenal dengan panggilan SMP Panderman. Para siswa hadir ke sekolah sesuai dengan jadwal yakni 6.45 WIB. Mereka langsung berkumpul di kelas para wali kelas untuk mempersiapkan misa syukur yakni dengan absensi, mengumpulkan kolekte/persembahan, dan melepas sepatu.

Setelah dari ruang para wali kelas mereka segera berbaris sesuai dengan urutan untuk mengikuti misa. Sekitar pukul 07.35WIB misa dimulai dengan perarakan baris terdepan empat siswa pengantar dengan menarikan alunan musik daerah Kalimantan disusul dengan misdinar dan yang terakhir Romo Emil sebagai pemimpin misa. Musi dan tarian kKalimantan semakin meningkatkan kekhidmatan perarakan petugas liturgi pada misa tersebut.

Pada khotbahnya romo paroki Ijen menegaskan bahwa kita semua diajak untuk selalu memperjuangkan kelembutan dan cinta kasih sesuai dengan perayaan gereja hari Kamis yakni pesta wajib St. Alfonsus Maria de Liguori, Uskup dan Pujangga Gereja. Melalui perumpamaan dalam Injil hari ini , kita mendapat jawaban atas pertanyaan diatas, yaitu bahwa Gereja selalu membuka diri bagi siapapun.

Seperti halnya pukat yang menangkap apapun yang ada dilaut, demikianlah Gereja tidak pilih pilih dan diskriminatif. Ia menampung yang saleh dan berdosa , yang aktif dalam hidup menggereja dan yang malas ke gereja. Dapat dibayangkan , jika kita berpikir bahwa hanya orang baik saja yang boleh ada dalam Gereja, barangkali kita tidak akan pernah mengenal St. Agustinus, St. Ignasius dari Loyola atau St. Maria Magdalena karena kita tahu bahwa mereka tidak menjadi “ santo” sejak lahir. Mereka adalah orang orang yang tidak baik dimasa muda namun kemurahan hati Tuhan telah mengubah hidup mereka. 

Oleh karena itu , perumpamaan hari ini lebih tepat jika tidak dipandang sebagai sebuah penghiburan bagi kita yang mengharapkan keadilan Tuhan atau sebuah pewartaan yang menakutkan tentang api neraka bagi para pendosa, melainkan lebih sebagai  pewartaan tentang belas kasih  Tuhan kepada kita. Dalam bacaan pertama (Yer 18:1-6), Nabi Yeremia memberi kiasan  indah, Tuhan laksana tukang periuk, Pada waktu itu , jika tukang periuk membuat bejana dan kemudian rusak, maka ia akan membuat bejana yang lebih baik lagi. Demikian pula Tuhan akan melakukan hal yang sama kepada ciptaan –Nya yang sengaja atau tidak menjadi “rusak”.

Pada akhir misa sebelum berkat sekali lagi Romo Emil mengajak dan mengingatkan kembali janganlah makna usia 67 tahun hanya sebagai makna hitungan tetapi romo mengajak agar khususnya para siswa untuk terus berpacu meraih prestasi terbaik khususnya bagaimana pengembangan karakter menjadi tujuan utama dalam sebuah proses pendidikan.

Selesai misa syukur para siswa mendapatkan  makan chiken crush. Secara tertib para pengurus kelas mengambil sesuai dengan jumlah teman kelasnya, demikian juga saat mereka makan. Selesai makan bersama dilanjutkan beberapa tampilan panggung diantaranya, dance, baca puisi, dan band. Acara berjalan penuh dengan lancar. Pukul 10.50 WIB Ibu Deka selaku pembawa acara mempersilakan Sr. Dorothea, SPM untuk menutup acara dengan doa penutup.

“Semoga dengan usia yang semakin matang SMPK Santa Maria II mampu menorehkan tinta emas prestasi khususnya peningkatan karakter para siswa yang harus dimiliki untuk menyongsong masa depan dan cita-cita mereka,” demikian harapan Bapak Fidelis Suhadi sambil meninggalkan tempat acara menuju ruang guru. Sungguh sebuah harapan yang perlu mendapatkan perhatian dari semua pihak mulai dari siswa, guru/karyawan, para orang tua, dan stakeholder agar semua harapan itu bisa tercapai seiring zaman yang selalu mengikuti salah satu sekolah yang dikelola oleh suster-suster Santa Perawan Maria itu.

KEMERIAHAN HUT KE-67 SMPK SANTA MARIA II

Sabtu, 27 Juli 2019 diadakan jalan sehat sebagai kegiatan awal memeriahkan hari ulang tahun sekolah tepatnya  pada tanggal 1 Agustus  yang diikuti keluarga besar SMP Panderman mulai dari siswa kelas VII, VIII, IX, para guru/karyawan,  orang tua siswa, alumni bahkan masyarakat sekitar dan umum.  Pada acara tersebut secara garis besar ada tiga kegiatan yakni senam  zumba bersama, jalan sehat, bazar, dan panggung hiburan.

Mengawali kegiatan tersebut para siswa berbaris rapi di sepanjang jalan Panderman  sesuai dengan barisan kelas yang sudah di persiapkan dari lapangan sekolah  dilanjutkan dengan doa pembukaan  yang dipimpin oleh Sr. Angeline, SPM. Sebagai kegiatan pembuka, panitia mengajak seluruh peserta jalan sehat untuk melakukan pemanasan dengan senam zumba bersama. Sekitar 30 menit senam dengan iringan musik yang energik.

Setelah senam zumba bersama selesai, sebagai pembukaan jalan sehat  marching band Santa Maria menunjukkan keterampilannya baik dalam musik maupun formasi sekitar 15 menit. Selanjutnya Sr. M. Dorothea, SPM memberikan kata pengantar sebelum beliau mengibarkan bendera start jalan sehat. Pada sambutannya mantan kepala SMPK Mater Dei Pamulang tersebut mengajak semua peserta jalan sehat untuk membangun kebersamaan sebagai keluarga besar SMPK Santa Maria II yang memiliki  hubungan emosional yang konstrukstif sekaligus selalu bersyukur atas eksistensi sekolah yang sudah berusia 67 tahun.

Urutan jalan sehat diawali dengan kelompok atraksi budaya bantengan, kendaraan yang mengangkut para siswa yang berpakaian daerah, kendaraan musik marching band, dan peserta jalan sehat. Jalan sehat pada pagi itu menempuh jarak kurang lebih sekitar 5 km dengan rute jalan Wilis, jalan Ijen, Jalan Simpang Jakarta, Jalan Gede, Jalan  Wilis, dan masuk jalan Telomoyo.  Jalan sehat dari garis start sampai garis finish berjalan dengan tertib terlebih setiap kelompok diikuti oleh beberapa guru serta para orang tua.

Selesai menuntaskan jalan sehat semua peserta masuk ke halaman dalam sekolah untuk menikmati bazar dan panggung hiburan. bazar dikuti oleh pihak luar sekolah, diantaranya stand sate, mie, sedangkan dari pihak intern diisi oleh stand komite sekolah (P4), guru, dan stand kelas yang berjumlah 8 stand. Keunikan yang ada pada bazar tersebut adalah panitia menawarkan kepada kelas untuk ikut berpartisipasi sehingga moment tersebut dapat digunakan untuk pembelajaran kewirausahaan sesuai dengan rencana para siswa dengan para wali kelas.

Di tengah transaksi di bazaar, panggung gembira menampilkan beberapa atraksi di antaranya dance, wushu, tari daerah, budaya bantengan, band guru dan siswa serta diselingi dengan pengundian doorprice berjumlah 170an item hadiah yang disiapkan oleh panitia termasuk dua hadiah utama berupa sepeda gunung. Pada pengundian hadiah utama dimenangkan oleh  istri bapak Dendy (satpan sekolah) dan Dave siswa kelas  9. “Wah…senang saya…istri saya dapat undian hadiah utama”, ungkap pak Dendy sambil menuntun hadiah utama yang didapatkan oleh istrinya sambil tersenyum bahagia.

Sebelum semua rangkaian acara hari Sabtu tersebut  diakhiri,  bapak Fidelis Suhadi meminpin doa penutup, dalam doa tersebut diungkap harapan agar SMPK Santa Maria tetap eksis dalam meramaikan dan berperan dalam membina generasi muda yang semakin berkualitas. Sesuai dengan rencana, salah satu kegiatan memeriahkan HUT ke-67 SMPK Santa Maria II berakhir pukul 11.00 WIB. “Semoga kemeriahkan HUT sekolah semakin meningkatkan semangat bagaimana sekolah ini harus selalu terpacu dalam meningkatkan kualitas pelayanan khususnya dalam memberikan pendampingan kepada para siswa termasuk bekerja sama dengan orang tua siswa”, ungkap Pak Joseph Andiek sambil meringkas peralatan band bersama dengan beberapa siswa.

MISA PERDANA MEMBUKA TAHUN PELAJARAN 2019-2020

Jumat, 19 Juli 2019 seluruh warga SMPK Santa Maria II melaksanakan Misa Awal Tahun Pelajaran 2019-2020 di Gereja Ijen. Pada misa tersebut intensi yang disampaikan adalah kesejahteraan suster, bapak ibu guru karyawan, kelancaran selama menjalani proses belajar pada tahun pelajaran 2019-2020. Sebelum berangkat para siswa berbaris di lapangan dengan komposisi siswa yang beragama katolik berbaris di depan dengan tujuan agar ketika masuk ke gereja mereka berada pada barisan depan dan pada saat komuni bisa lebih teratur.

Setiap wali kelas mendampingi barisan siswanya saat menuju gereja Ijen yang jaraknya kurang lebih memakan waktu 20 menitan. Para bapak karyawan bertugas  disetiap penyeberangan di jalan Wilis, sepanjang Ijen dan menyeberang kearah gereja. Sebelumnya  para petugas liturgi berangkat lebih awal untuk mempersiapkan diri di gereja Ijen dengan di damping Bapak Fidelis Suhadi, Petrus Yumartanta, dan Bapak Trianto.

Misa dimulai sekitar pukul 07.30 WIB dipimpin oleh romo paroki Ijen yakni Romo Emil. Pada khotbahnya Romo Emil berpesan agar para siswa semakin menyadari tanggung jawabnya sebagai siswa, dengan demikian diharapkan semua aktivitas yang dijalani bisa berjalan dengan lancar dan pada akhirnya akan menghasilkan prestasi  yang sesuai dengan apa yang sudah dijalani selama satu tahun pelajaran itu.

Selain itu pada bacaan injil juga disiratkan ” Yang Ku-kehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kalian tidak akan menghukum orang yang tidak bersalah.” ( Mat 12 : 7)

Segala hukum dan aturan ada untuk kebaikan dan kebahagiaan hidup manusia. Setiap manusia menginginkan hidup yang damai dan bahagia. Manusia mendambakan keselamatan di bumi dan akhirat. Terhadap dambaan itu ada seperangkat nilai dan hukum yang membantu manusia untuk menggapainya.

Namun Yesus menegaskan bahwa dalam praktek hukum nilai hidup manusia menjadi prioritas tertinggi. Karena itu penghargaan terhadap hidup dan martabat manusia menjadi pusat dan mahkota segala hukum. Marilah belajar dari Yesus yang selalu mengutamakan belas kasihan dari pada hukum. Manusia dari pada Taurat. Allah dari pada hukum. Semoga kita dirahmati hikmat dan hati yang berbelas kasihan dalam mengimplementasikan segala hukum dalam kehidupan ini.

Setelah misa selesai, Sr Dorothea, SPM, S.Pd mengajak para siswa untuk berdoa bersama mengungkapkan syukur atas karunia yang telah diberikan selama satu tahun sebelumnya yakni tahun pelajaran 2018-2019. Beliau juga mengucapkan terima kasih atas partisipasinya para siswa kelas VII, VIII, dan IX saat menjalani misa mampu menempatkan diri dengan baik. Saat meninggalkan gereja para siswa dipandu oeleh beberapa guru untuk meninggalkan gereja secara tertib, perjalanan pulang pun bisa berlangsung dengan tertib dan semua siswa sampai di sekolah dengan selamat. Setelah mendapatkan waktu untuk beristirahat para siswa melanjutkan aktivitas bersama para wali kelas untuk membicarakan permasalah kelas khusunya untuk mengetahui tugas dan kewajiban dalam menjalani pembelajaran.

SUPERNOVA semangat MPLS 2019-2020

Sebelum MPLS dilaksanakan, pada hari Sabtu, 13 Juli 2019 dilaksanakan Pra MPLS yang diisi dengan Latihan upacara pembukaan MPLS dan tahun pelajaran baru, pengantar dan latihan jingle MPLS, Perkenalan dengan para wali kelas VII, serta pembagian seragam. Pra MPLS dimulai pukul 07.00 WIB sampai pukul 10.00 WIB.

Senin, 15 Juli 2019 sekitar pukul 06.00 WIB para siswa kelas VII, VIII, dan IX mulai berdatangan di SMPK Santa Maria II setelah mereka libur tahun pelajaran termasuk para orang tua kelas VII yang mengantar putra-putri  mereka mulai sekolah di tingkat SMP. Para pengurus OSIS dengan setia juga menyambut adik-adik kelas VII dengan mengantarkan mereka ke barisan sebelum mengikuti upacara bendera sekaligus pembukaan MPLS dan tahun pelajaran 2019-2020.

Materi MPLS hari pertama adalah pemaparan Visi Misi sekolah yang disampaikan langsung oleh kepala sekolah, Sr. M. Dorothea SPM, SPd, pemaparan tata terib siswa , memperkenalkan mars sekolah dan lagu-lagu nasional, pemaparan bidang kesiswaan, wawasan wiyata mandala, pemaparan bidang kurikulum, serta membuat yel-yel kelas sekaligus persiapan atraksi inaugurasi ada akhir penutupan MPLS. Sebelum siswa mengakhiri MPLS hari pertama sekitar pukul 14.00 WIB mereka mendapatkan petunjuk teknis kegiatan MPLS hari kedua yakni outbond di lokasi Biara Pasionis Loandeng.

MPLS hari kedua pada Selasa, 16 Juli 2019 diisi dengan kegiatan PBB dan outbond. Para siswa kelas VII berangkat dari sekolah dengan menggunakan angkutan kota yang sudah dipersiapkan oleh panitia. Setiap kendaraan memuat antara 8 sampai 10 siswa dengan 1 guru pendamping. Robongan berangkat dari sekolah sekitar 07.45 WIB. Narasumber PBB pada MPLS tahun ini didukung personel TNI AD dari Kostrad Singosari yang berjumlah 6 personel. Materi PBB meliputi dasar baris berbaris dan latihan upacara. Para siswa kelas VII berlatih PBB sampai pukul 10.30 WIB

Selesai latihan PBB dan upacara bendera para siswa berjalan dari lapangan depan menuju tempat outbond yang berada di halaman belakang  lokasi biara Pasionis. Sebelum melaksanakan outbond para siswa istirahat sebentar dengan makan minum snak yang telah disediakan panitia MPLS. Outbond dimulai sekitar pukul 11.00 WIB, setiap kelas dibagi menjadi 4 kelompok yakni 2 kelompok putera dan 2 kelompok puteri , setiap kelompok akan mengalami 10 jenis aktivitas outbond, menurut koordinator  outbond semua permainan yang dipersiapkan memiliki makna kebersamaan dalam mencapai tujuan.

Pukul 14.15 WIB semua aktivitas permainan outbond selesai dituntaskan oleh semua kelompok siswa kelas VII. Tepat pukul 14.45 WIB dilanjutkan dengan persiapan acara tampilan inaugurasi, masing-masing kelas yang dipimpin oleh para wali kelas dibantu oleh pengurus OSIS. Menurut koordinator  inaugurasi Bapak Beni, persiapan di Loandeng berjalan sesuai target yang ditentukan yakni posisi kesiapan masing-masing tampilan sudah mencapai  90%. Sesuai dengan jadwal maka pukul 15.30 WIB para siswa kembali ke sekolah dengan transportasi angkutan kota.

Rabu, 17 Juli 2019 siswa kelas VII melanjutkan MPLS sebagai hari terakhir yang diisi dengan pengarahan materi cara belajar yang baik oleh masing-masing wali kelas, Mengenal lingkungan sekolah dibawah koordinasi  pembina OSIS yakni Ibu Deka dengan mengunjungi masing-masing tempat dan fasilkitas yang dimilki oleh sekolah, materi religiusitas, adiwiyata, dan pemantapan yel-yel kelas sekaligus tampilan/atraksi setiap kelas. Selain aktivitas siswa kelas VII pada pukul 13.30 sampai pukul 15.30 WIB dilaksanakan sosialisasi program sekolah di aula. Pukul 15.45 WIB dimulai acara inaugurasi yang diisi oleh penampilan masing-masing ekstrakurikuler dan tampilan siswa kelas VII. Acara berlangsung cukup meriah dengan keterlibat siswa kelas, IX, VIII, dan VII. Pada akhir inaugurasi dilakukan seremonial serah terima  dari orangtua siswa kelas VII kepada sekolah yang diterima langsung oleh Sr. M. Dorothea SPM, S.Pd. Sekitar pukul 18.15 semua rangkaian acara MPLS bagi siswa kelas VII berakhir , “Semoga MPLS dengan semangat Supernovanya memberikan pemahaman, makna serta kecintaan terhadap sekolah baru para siswa kelas VII dan orang tua mereka”, ungkap Pak Tri selaku Humas sambil meninggalkan lapangan usai kegiatan tersebut.