Lawang – Dalam rangka memperingati 100 tahun Kongregasi Suster Perawan Maria (SPM) berkarya di Indonesia, keluarga besar SPM Malang Raya dan Lawang menyelenggarakan kegiatan “Penanaman 100 Pohon untuk Bumi Indonesia” di lahan pemakaman milik Kongregasi SPM yang berada di dekat Pemakaman Sentong, Lawang.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru dan karyawan dari berbagai unit karya pendidikan SPM di wilayah Malang Raya dan Lawang. Setiap peserta turut berpartisipasi dengan membawa satu bibit pohon beserta peralatan tanam sebagai wujud kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekaligus ungkapan syukur atas perjalanan karya SPM selama satu abad di Indonesia.
Acara diawali dengan doa bersama yang dipanjatkan sebagai ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan dalam perjalanan Kongregasi SPM selama 100 tahun berkarya di Indonesia. Setelah doa, Ketua PDP, Suster Theresella, menyampaikan sambutan yang mengajak seluruh keluarga besar SPM untuk terus menghidupi semangat pelayanan yang tidak hanya diwujudkan melalui pendidikan dan pendampingan kepada sesama, tetapi juga melalui kepedulian terhadap lingkungan hidup.
“Seratus tahun adalah anugerah yang patut disyukuri. Melalui penanaman 100 pohon ini, kita ingin meninggalkan warisan yang terus bertumbuh dan memberi kehidupan. Semoga setiap pohon yang kita tanam menjadi simbol harapan, kepedulian, dan tanggung jawab kita dalam merawat bumi sebagai rumah bersama,” ungkap Suster Theresella.
Usai sambutan, seluruh peserta bergerak menuju lokasi penanaman untuk menanam pohon secara bersama-sama. Suasana penuh semangat dan kebersamaan tampak mewarnai kegiatan tersebut. Guru dan karyawan saling bekerja sama menanam bibit pohon di area yang telah disiapkan, mencerminkan nilai gotong royong dan persaudaraan yang menjadi ciri khas keluarga besar SPM.
Kegiatan penanaman 100 pohon ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen Kongregasi SPM dalam mendukung pelestarian lingkungan serta mewujudkan semangat Laudato Si’ yang mengajak setiap orang untuk merawat bumi sebagai rumah bersama. Diharapkan, pohon-pohon yang ditanam akan terus tumbuh, memberikan manfaat bagi lingkungan, serta menjadi pengingat akan perjalanan panjang karya pelayanan Kongregasi SPM di Indonesia.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan makan siang bersama di SDK Santa Fransiskus Lawang. Momen kebersamaan tersebut menjadi kesempatan bagi seluruh guru dan karyawan untuk mempererat persaudaraan, berbagi sukacita, serta mensyukuri rahmat Tuhan yang telah menyertai perjalanan Kongregasi SPM selama satu abad.
Peringatan 100 tahun Kongregasi SPM berkarya di Indonesia tidak hanya menjadi momentum mengenang sejarah, tetapi juga menjadi ajakan bagi seluruh keluarga besar SPM untuk terus menumbuhkan semangat pelayanan, menjaga persaudaraan, dan merawat kelestarian alam demi masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
