Dalam rangka menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 SMPK Santa Maria 2 Malang, sekolah kembali menghadirkan kegiatan yang bertujuan membangun karakter dan kepedulian siswa melalui Seminar Anti Bullying. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas 7, 8, dan 9 dengan menghadirkan Veronica Olivia Soputro, M.Psi., Psikolog sebagai pembicara.
Seminar ini menjadi momentum penting bagi para siswa untuk semakin menyadari bahwa lingkungan sekolah bukan hanya tempat untuk belajar dan meraih prestasi, tetapi juga tempat untuk bertumbuh bersama dalam suasana yang aman, nyaman, dan saling menghargai.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa diajak untuk mengenali berbagai bentuk bullying, baik secara verbal, fisik, sosial, maupun melalui media digital. Para siswa juga mendapatkan pemahaman mengenai dampak bullying terhadap korban, pelaku, maupun lingkungan di sekitarnya.
Melalui penyampaian materi yang dekat dengan kehidupan remaja, Veronica Olivia Soputro, M.Psi., Psikolog mengajak para siswa untuk membangun empati dan memahami pentingnya memperlakukan setiap orang dengan hormat. Siswa juga didorong untuk tidak menjadi pelaku maupun penonton yang membiarkan bullying terjadi, tetapi berani mengambil sikap ketika melihat tindakan yang tidak tepat.
Seminar berlangsung dengan suasana yang interaktif. Para siswa mengikuti materi dengan antusias dan diajak untuk merefleksikan bagaimana sikap, perkataan, dan tindakan mereka dapat memberikan pengaruh bagi teman-teman di sekitarnya.
Pesan penting yang dibawa dalam kegiatan ini adalah membangun budaya saling respect, saling mendukung, dan berani berkata “Stop Bullying!”. Setiap siswa memiliki peran dalam menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif, tempat setiap pribadi dapat merasa diterima, dihargai, dan memiliki kesempatan untuk berkembang.
Kegiatan Seminar Anti Bullying menjadi salah satu rangkaian kegiatan menyongsong HUT ke-74 SMPK Santa Maria 2 Malang. Melalui kegiatan ini, sekolah berharap kesadaran dan kepedulian siswa terhadap sesama semakin tumbuh sehingga nilai kasih dan penghargaan terhadap martabat setiap pribadi dapat semakin nyata dalam kehidupan sehari-hari.
