Hasil pengamatan dan curah pendapat dari para guru dan karyawan kompleks Panderman dirasa nilai-nilai kebersamaan dan persaudaraan masih perlu dikonkritkan bahkan dikembangkan, maka setiap bulan akan diadakan kegiatan kebersamaan berupa senam bersama. Secara bergantian ketiga unit kerja akan menjadi koordinator kegiatan tersebut secara bergantian. Sedangkan untuk tempat pelaksanaan yang represesntatif disepakati ada di lingkungan SD dan SMP Katolik Santa Maria II.
Diawali dengan diskusi informal ketiga kepala sekolah di lingkungan Panderman yang kebetulan tinggal dalam satu rumah tepatnya di susteran SPM jalan Telomoyo menggagas acara rutin untuk membangun keakraban dan meningkatkan semangat kebersamaan yakni bina lingkungan dengan senam bersama setiap bulan sekali. Semangat sebagai satu saudara dilingkungan kompleks Panderman tersebut pada hari Sabtu, 19 Agustus 2017 dikonkritkan sebagiai aktivitas bersama yuntuk yang pertama kalinya dengan kegiatan senam bersama, lomba-lomba bernuasa gembira serta makan siang bersama.
Acara dimulai pukul 07.00 WIB dengan sambutan koordinator bina lingkungan kompleks Panderman yakni Sr. Veronique, SPM. Beliau berharap keakraban dan kebersamaan ini dijadikan modal untulk membangun relasi yang saling menyapa dan meneguhkan khususnya bagaimana unit kerja TK, SD, dan SMP Santa Maria II untuk bisa saling mendukung khususnya dalam mempertahaunkan eksisitensi dalam memberikan jasa khususnya bagi para orangtua, siswa dan stakeholder. Setelah sambutan semua guru dan karyawan ketiga unit kerja kompelks Panderman diajak untuk senam bersama yang dipandu oleh Ibu Anna Maria dan Bapak Mesak.
Sekitar pukul 08.00 senam bersama selesai dilanjutkan dengan menikmati the, kopi dan makanan polo pendem yang telah disiapkan di ruang tunggu SDK Santa Maria II. Sambil menunggu istirahat Pak Trianto dan teman-teman mempersiapkan beberapa fun games diantaranya mencari harta karun, balon estafet, melukis buta, sumpit kacang ijo, dan joget bersama. Menurut Sr. Dorothea, SPM kepala SMPK Santa Maria II acara yang dikemas bisa dinikmati serta membantu para guru dan karyawan untuk bisa mengenal bahkan membangun keakraban di anatara mereka, beliau juga berharap acara ini akan terus bisa berkesinambungan bahkan pada akhirnya nanti akan menghasilkan nilai-nilai kebersamaan yang konstruktif.
Acara demi acara bisa berjalan sesuai dengan rancangan bahkan menurut Bapak Albert pada akhir kegiatan ia berharap kegiatan ini bisa terus dilaksanakan dengan alasan mampu membangun keakraban antar guru dan karyawan tiga unit kerja di kompleks. Demikian juga menurut Bapak Mesak “Acara ini semakin membuka mata hati saya untuk bisa mengenal bahkan kegiatan ini bisa menjadi awal nilai-nilai kebersamaan yang akan dikembangkan khususnya bagaimana ketiga unit kerja ini bisa memberikan kontribusi antara unit satu dengan unit kerja lainnya.
Sebagai bentuk apresiasi kepada para peserta fun games panitia menyediakan hadiah bagi para jawara dan hadiah bagi semua peserta fun games. Menurut Ibu Retha selaku sie. hadiah mengatakan bahwa hadiah itu disiapkan sebagai ungkapan jalinan batin agar semua warga unit kerja di kompleks Panderman semakin tergerak untuk terus meningkatkan relasi baik antar personal maupun antar unit kerja, sambil membagikan hadiah bagi para jawara setiap jenis fun games. Dan membagikan nomor doorprice bagi peserta yang belum berkesempatan memenangi jenis fun games.
Sebagai puncak kegiatan bina lingkungan dari pagi hinga siang itu adalah makan siang bersama yang diawali dengan doa penutup sekaligus doa makan yang dipimpin oleh Bapak Yohanes, guru agama SDK Santa Maria II. Keakraban nampak begitu kelihatan saat mereka secara bergantian antri untuk mengambil makan siang. “Semoga dari waktu ke waktu kita semakin memiliki jalinan batin,” harapan Pak Andiek sambil menikmati makan disekitar galerai utara unit SDK Santa Maria II.
UPACARA 17 AGUSTUS
Upacara hari kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia pada hari Kamis, 17 Agustus 2017 juga dilaksanakan oleh segenap warga SMPK Santa Maria II. Bahkan juga mengundang pengurus Komite Sekolah yakni P4 serta pengurus Alsanmar, wadah bagi para alumni SMPK Santa Maria II. Upacara dimulai pukul 07.30 WIB.
Upacara bendera dipimpin oleh Bapak Mesak, pada amanatnya beliau menegaskan sekali lagi makna kemerdekaan dikaitkan dengan perkembangan zaman khususnya bagaimana para siswa harus mampu mengendalikan diri dalam menggunakan gadget atau perangkat IT yang lainnya. Menurut beliau dengan perkembangan IT yang begitu cepat ini kata kunci untuk terus mengarahkan pikiran dan kewajiban siswa adalah bagaimana mereka harus mampu menggunakan dan memanfaatkan secara arif dan bijaksana
Pada upacara tersebut para peserta lomba fashion kemerdekaan juga mampu memberikan warna saat upacara, nuansa kebhinnekaan begitu kuat, rasa nasionalisme seakan akan begitu menggetarkan hati, ungkap pak Fidelis Suhadi setelah selesai mengikuti upacara tersebut. Selesai upacara dilanjutkan dengan lomba fashion kemerdekaan serta penampilan finalis lomba stand up comidi yang dipandu oleh bapak Bambang dan Ibu Retha
Sementara para undangan dan sebagian guru dan karyawan berkumpul di ruang kegiatan untuk mensyukuri kemerdekaan dengan santap pagi bersama yang dipimpin oleh Bapak Fidelis Suhadi. Pada kesempatan tersebut Sr. Dorothea selaku kepala sekolah mengajak para guru, pengurus P4 sertapengurus Alsanmar untuk terus memberikan bakti dirinya bagi sekolah dan Negara dengan melaksanakna apa yang sudah menjadi tanggug jawab baik sebagai pengurus P4 atau Alsanmar.
“Upacara 17an ini saya merasa lebih ngeh gitu ya,,,?” ungkap salah satu pengurus P4. Mungkin menurut bapak Albert M Depa yang memberi suasanabeda adalah dengan diikutkanya marchingband dalam mendukung upacara tersebut. Secara khusus upacara 17an tahun ini diwarnai dengan marchingband, menurut Ibu Anna peralatan marchingband yang sudah kita miliki sejak tahun yang lalu, mulai tahun pelajaran 2017-2018 ini akan kita maksimalkan, siapa tahu dengan kegiatan marchingband sekolah semakin memiliki nilai tambah sebagai sekolah yang memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan bakat dan minatnya di sana.
Pada perayaan 17 Agustus pagi itu semua siswa mendapatkan puding dengan warna merah putih. “Wah..enak ya? Setelah upacara sekolah memberikan pudding merah putih, ungkap salah satu siswa kelas VII yang baru pertama merasakan suasana upacara 17 Agustus di sekolah ini dengan bangga sambil menikmati pudding merah putihnya. Sekitar pukul 10.00 kegiatan berakhir dan para siswa pun pulang dengan penuh syukur akan kemerdekaan bangsa ini.
KEMERIAHAN SAMBUT DIRGAHAYU KE-72 REPUBLIK INDONESIA
Rabu 16 Agustus2017 sekitar pukul 07.00 WIB semua siswa SMPK Santa Maria II berbaris rapi dilapangan dengan agenda latihan aubade dilanjutkan dengan aneka lomba dalam rangka memeriahkan hari kemerdekaan ke-72 negara tercinta Republik Indonesia. Latihan aubade dipimpin secara bergantian oleh Bapak Darwin, Ibu Maria, dan Bapak Frans. Pada latihan aubade tersebut juga dimamfaatkan sebagai gladi bersih kegiatan upacara yang akan dirayakan pada tanggal 17 Agustus 2017.
Sekitar pukul 09.00 WIB kegiatan latihan aubade dan gladi bersih upacara berakhir dengan memberikan waktu kepada para siswa untuk istirahat. “Pada upacara 17 Agustus nanti suasana yang diciptakan semoga lebih khitmat dan ilegan karena pada upacara nanti akan diwarnai dengan penampilan marchingband yang masih ditahun ini mulai dihidupkan kembali setelah sekian puluh tahun tidak pernah eksis lagi,” demikian ungkap Ko. Kesiswaaan Ibu Anna di sela-sela mempersiapkan lomba yang segera akan dimulai pada siang itu.
Setelah istirahat para siswa mulai menempati tempat-tempat pelaksanaan berbagai perlombaan yang terdiri dari lomba Karaoke, Stand up Comedy, Makan krupuk, Kipas balon, Memasukan paku dalam botol, Joget bola, Hias Kelas dan Sepeda lambat sedangkan untuk lomba fashion kemerdekaan akan dilaksanakan setelah upacara 17 Agustus. Kemeriahan pada hari itu semakin semarak dengan nuansa dresscode warna merah dan putih.
Menurut Bapak Mesak selaku koordinator HUT ke-72 RI, mengharapkan melalui aneka lomba ini minimal siswa memiliki waktu untuk merenungkan begitu pentingnya arti kemerdekaan sebuah bangsa. Masih lanjut beliau ia berpesan agar roh atau spirit kemerdekaan bisa diwejawantahkan dalam setiap pikiran, perbuatan terutama ketika siswa memahami dengan benar apa yang menjadi tanggung jawab mereka sebagai pelajar.
Pada kemeriahan tersebut hampir semua siswa terlibat aktif baik sebagai perwakilan kelas ataupun sekedar sebagai supporter yang memberikan dukungannya agar teman-temannya yang berlomba memiliki semangat untuk memberikan yang terbaik dalam setiap mengikuti mata lomba yang diikuti. “Wah heboh lomba yang saya ikuti Pak,” ungkap salah satu perwakilan kelas yang sempat melaporkan kepada wali kelasnya setelah ia mengikuti salah satu lomba.
Kehebohan yang paling mendominasi, nampak pada lomba jogged bola. Pada lomba ini semua peserta telah berupaya memberikan yang terbaik dengan jogged yang dilakukan sambil mengamankan bola voli yang berada diantara kepala dengan kepala pasangannya. “Capek pak!” teriak Audrey salah satu peserta lomba joged bola.
Peringatan Hari Pramuka
Pada upacara hari Pramuka, 14 Agustus 2017, Kak Galang Bagus Afrianto selaku Pembina upacara mengatakan, adik-adik pramuka harus bisa memaknai praja muda karana dengan berbagai aktivitas yang membangun. Kak Galang juga mengajak, gerakan Pramuka harus menanamkan rasa bangga dan cinta tanah air di dalam diri setiap anggota pramuka. Terlebih jika kita melihat perkembangan zaman yang sudah seperti ini.
“Kita harus meninggalkan pola-pola kegiatan dan aktivitas lama yang tidak pas digunakan untuk generasi saat ini. Sentuhlah rasa cinta, bangkitkan rasa bangga generasi muda pada tanah airnya sehingga benar-benar tertanam di dalam diri setiap anggota gerakan pramuka,” katanya selesai upacara tersebut.
Selesai upacara peringatan Hari Pramuka dilanjutkan dengan atraksi yang dipersembahkan oleh anggota Pramuka inti dengan menampilkan yel-yel serta formasi baris berbaris. “Kita juga berharap dengan menampilkan salah satu aktivitas kepramukaan itu banyak adik kelas yang tertarik untuk bergabung dengan Pramuka Inti sekolah,” demikian harapan Antony selaku anggota dewan Galang selesai melaksanakan atrksi tersebut.
Kak Trianto selaku koordinator pramuka SMPK Santa Maria II pada kesempatan itu memberikan motivasi sekitar semangat adik-adik pramuka dalam mengikuti aktivitas kepramukaan disekolah dengan memamerkan berbagai lomba yang telah diikuti serta memberikan pemahaman terkait dengan peranan adik-adik pramuka sebagai masa depan bangsa pada kesempatan itu ia berkeyakinan kita semua bisa menjadi generasi yang unggul, generasi yang kreatif, generasi yang berkualitas.
Mengakhiri motivasinya beliau meminta para anggota pramuka terus berkreasi, berkarya pada wadah gerakan pramuka. Seorang Pramuka itu harus berani termasuk berani melakukan inovasi. Seorang pramuka itu harus terampil, termasuk terampil dalam menggunakan teknologi secara positif
Perayaan Ulang Tahun sekolah yang ke-65
Tepatnya 1 Agustus 2017 SMPK Santa Maria hadir di dunia pendidikan khususnya di Kota Malang masuk ke usia ke-65 tahun. Kemeriahan HUT sekolah diawali dengan gerak jalan yang melibatkan semua siswa, bapak ibu orang tua/wali siswa/ guru dan karyawan, serta dukungan dari TKK dan SDK Santa Maria II. Gerak jalan dilaksanakan pada hari Sabtu, 29 Juli 2017 mulai pukul 06.00 sampai 11.00 yang juga diisi dengan panggung hiburan yang menyajikan berbagai aktivitas ekstrakurikuler mulai dari band, tari tradisional/modern, wushu, dan jogged bersama.
Sr. Dorothea, SPM pada sambutannya mengajak semua keluarga besar SMPK Santa Maria II untuk mensyukuri atas usia ke-65 tahun yang telah dijalani dengan berbagai torehan prestasi serta pengembangan karakter khususnya bagi para siswa. Selesai memberikan sambutan dilanjutkan dengan melepaskan 65 buah balon sebagai simbol usia serta persembahan lagu selamat ulang tahun yang dibawakan oleh ekstra marchingband.
Rute yang ditempuh pada jalan sehat tersebut adalah jalan Kawi, jalan Ijen, Jalan Jakarta, belakang Dempo, jalan Wilis, dan berakhir jalan Telomoyo finish gerbang sekolah. “Semoga dengan jalan sehat ini segenap keluarga besar SMPK Santa Maria II semakin merasa memiliki bahkan tergerak untuk mengembangkan dengan berbagai aktivitas yang konstruktif, “ demikian ungkap Bapak Budi Daryono disela-sela memantau pergerakan peserta jalan sehat.
Setelah semua peserta jalan sehat masuk ke garis finish acara bazzar dan panggung hiburan dimulai. “Semoga para peserta bazzar yang meramaikan acara ini yang dijual mendapatkan tanggapan positif dari para peserta jalan sehat,” harapan Ibu Netta selaku penanggung jawab sie. bazzar. Acara panggung gembira diawali dengan penampilan band yang dipersembahkan oleh peserta ekstrakurikuler band yang dilatih oleh bapak Didik Setiawan.
Acara pengundian doorprize pun dilakukan ditengah-tengah susunan acara panggung gembira yang memperebutkan puluhan hadiah hiburan. Sebagai hadiah utama pada doorprize tersebut adalah sepeda gunung. Freya adalah siswa kelas 9 yang beruntung mendapatkan hadiah utama tersebut. Cara panggung gembira dan rangkaian acara jalan sehat berakhir dengan didapatkannya pemenang hadiah utama tersebut.
MPLS SMPK Santa Maria II diwarnai dengan Outbond
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah tahun pelajaran 2017-2018 mengangkat tema “Prestasi Kumiliki, Karakter Kuperoleh” dengan bertujuan khusus memberikan kesempatan untuk mengenal secara kontekstual lingkungan baru siswa kelas VII di SMPK Santa Maria II Malang. MPLS tahun ini memiliki kegiatan tambahan berupa outbond yang diselenggarakan di Biara Pasionis (CP), Lo Andeng
Tujuan umum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah adalah menyajikan suasana yang menyenangkan, berkesan, nyaman, dan merasa ditrima serta membentuk kekompakan dan kebersamaan serta persaudaraan sesuai dengan misi dan misi sekolah. Materi yang diberkan kepada siswa kelas VII antara lain Pengenalan Visi Misi serta Mars sekolah, Kurikulum, Etika dan Budi Pekerti,Cara Belajar, tata Tertib Sekolah, Perpustakaan Sarana Prasarana.
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Kelas VII SMPK Santa Maria II diawali dengan Pra MPLS tepatnya pada hari Sabtu, 15 Juli 2017 dengan pengarahan dan pengenalan kegiatan MPLS, berkenalan lebih dekat dengan para wali kelas dengan materi Mengembangkan Potensi Diri, pembagian seragam.
Selaku koordinator MPLS tahun pelajaran 2016-2017 Bapak Trianto Th., S.Pd menegaskan bahwa MPLS kali benar-benar menekankan pengenalan lingkungan sekolah dengan segala fasilitas dan kegiatan, ditambah dengan kegiatan outbond yang secara keseluruhan jenis kegiatannya bermakna membangun kebersamaan serta mau menjadi pemimpin dan mau dipimpin. Beliau juga selalu mengingatkan khususnya para engurus OSIS yang juga diberi kesempatan mendampingi dalam setiap kegiatan harus zero bullying.
Pada hari pertama MPLS tepatnya Senin, 17 Juli dibuka dengan upacara bendera sekaligus pembukaan MPLS oleh kepala sekolah dengan simbolis mengalungkan kartu peserta MPLS yang diwakili oleh siswa kelas VII putra dan putri. Pada upacara tersebut Sr. Dorothea berpesan agar selama MPLS para siswa kelas VII dapat memanfaatkan dengan mengikuti setiap kegiatan dengan selalu terlibat aktif, khususnya pada saat kegiatan outbond
Pada hari Selasa, 18 Juli 2017 rombongan siswa kelas VII diberangkatkan dari sekolah menuju tempat outbond dengan menggunakan 20 armada angkutan kota MM yang dikomandoi oleh Bapak Albertus M Depa. Begitu tiba di lokasi tepatnya Biara CP LoAndeng siswa diajak untuk pemanasan dengan jalan kaki menuju lokasi outbond yang berjarak sekitar 300 meter dari halaman depan biara.
Outbond MPLS tahun 2017-2018 dimulai pukul 09.00 sampai pukul 13.00 WIB dengan setiap kelompok menjalani 10 jenis permainan. Hampir semua guru dan karyawan terlibat aktif pada kegaiatan tersebut. “Wah ini pengalaman yang menyenangkan bagi saya, “ ungkap salah satu peserta outbond yang berasal dari Papua. Selesai outbond para wali kelas dibantu pengurus OSIS mengadakan latihan penampilan kelas untuk acara inaugurasi sekitar 2 jam dan pukul 15.30 para siswa dibariskan untuk berjalan menuju halaman depan biara CP untuk naik angkutan kota dan kembali ke sekolah.
Pada akhir MPLS digelar acara Inaugurasi mempertunjukkan berbagai keterampilan bakat dan minat setiap kelas. Pada sambutan akhir kegiatan MPLS, Sr. M. Dorothea D. Doren, SPM, S.Pd setelah menerima secara resmi dari perwakilan orang tua/wali siswa kelas VII menegaskan bahwa siswa, orangtua/wali kelas dan sekolah harus saling bersinergi khususnya dalam memberikan pendampingan kepada para siswa kelas VII selama proses pembelajaran di tahun pelajaran 2017-2018. Masih menurut beliau semua itu bertujuan untuk mendukung siswa dalam mengembangkan potensi baik akademik maupun non akademik khususnya dalam pengembangan karakter. (T.Th)
