Pekan Penilaian Harian

Hampir satu tahun pelajaran ini tim kerja kurikulum mengemas evaluasi penilaian harian dalam satu pekan setiap minggu ke empat tiap bulan secara bersama semua mata pelajaran. Tentunya karena masih dalam masa pandemi Covid-19 tentunya pelaksanaan pekan PH pun dilaksanakan secara daring. Pada semester genap tahun pelajaran 2020-2021 ini pecan penilaian harian  dilaksanakan mulai hari Senin, 22 Januari sampai Jumat, 26 Januari 2021. Setiap hari para siswa mengikuti dua mata pelajaran yang sesuai dengan jadwal.

Setiap hari sebelum dimulai penilaian harian mata pelajaran pertama para wali kelas di GS Binar kelas masing-masing mengajak para siswa mengawali kegiatan penilaian harian dengan mendengarkan sabda, renungan dan doa pembukaan via GMeet. Setel itu siswa mulai bersiap diri karena penilaian harian jam pertama dimulai pukul 07.30 WIB

Berikut jadwal pekan penilaian harian bulan Februari 2021:

No Hari, tanggalKelas 7Kelas 8Kelas 9
1.Senin, 22 Februari 2021Biologi dan Seni BudayaIPS dan MatematikaBhs Inggris dan Agama
2.Selasa, 23 Februari 2021IPS dan PrakaryaBhs Indonesia dan Bhs DaerahBhs Indonesia dan Biologi
3.Rabu, 24 Februari 2021PKn dan Bhs DaerahFisika dan Seni BudayaIPS dan Seni Budaya
4.Kamis, 25 Februari 2021Bhs Indonesia dan FisikaBiologi dan PrakaryaFisika dan Prakarya
5.Jumat, 26 Februari 2021Bhs Inggris dan MatematikaBhs Inggris dan PKnMatematika dan Bhs Daerah

Menurut Ibu Alberta selaku koordinator tim kerja kurikulum mengharapkan aktivitas penilaian harian dijadikan dalam satu pekan harapannya para siswa lebih fokus dan benar-benar mempersiapkan penilaian itu dengan maksimal karena secara psikologis mereka memahami bahwa pada pekan ke empat setiap bulan mereka harus siap untuk mengikuti evaluasi harian tiap mata pelajaran. Semoga dengan kebijakan tersebut siswa semakin mampu menyiapkan diri dan yang menjadi tujuan utama mereka bisa memperoleh nilai yang maksimal.

Para Guru Berburu Wawasan Baru via Webinar

Sesuai dengan program PSDM SMPK Santa Maria II, setiap bulan para guru dan karyawan akan mengikuti webinar sesuai dengan kebutuhan khususnya pada pembelajaran masa pandemi Covid-19 ini. Pak Galang selaku koordinator berharap agar program ini bisa menambah wawasan bahkan keterampilan para guru dan karyawan dlam memberikan pelayanan yang semakin inovatif sesuai dengan situasi belakangan ini.

Pada bulan Januari 2021 yang sudah diikuti oleh para guru adalah Webinar dengan Tema: “Menelisik Arah AKM” pada hari Rabu, 13 Januari 2021 pukul 13.00 WIB -15.00 WIB para guru dibagi menjadi 3 kelompok yakni kelompok literasi di ruang komputer, kelompok numerasi di ruang multimedia dan kelompok karakter di ruang Bahasa Inggris 7 pembagian itu disesuaikan dengan mata pelajaran yang diampu oleh para guru.

Materi webinar disampaiakn oleh DR. RP. Vincentius Darmin Mbula, OFM selaku ketua presidium MNPK) dan Bapak Achmad Ferzal seorang konsultan dan pemerhati pendidikan.  Pada webinar siang itu narasumber menegaskan terkait dengan apa dan mengapa AKM, manfaat dan peran apa yang isa diambil oleh sekolah. AKM merupakan alat ukur untuk melihat lembaga pendidikan itu secara lebih komprehensif jadi tidak melihat hasil personal keberhasilan dalam meraih nilai saat di Ujian Nasional.

Disana tidak aka ada lagi yang namaya dikotomi antara mata pelajaran  ujian nasional dan yang tidak, tidak ada lagi mata pelajaran utama dan mata pelajaran pelengkap dan tidak ada lagi percepatan materi pembelajaran dari 6 semester menjadi 5 semester bahkan 4 semester termasuk tidak ada lagi bimbinga intensif yang biasanya saat akan mengahadapi ujian nasional.

Pada AKM akan terpadu dalam kemampuan literasi yaitu kemampuan memahami, menggunakan, mengevaluasi, dan merefleksikan berbagai jenis teks tertulis yang kedua kemampuan numerasi yakni kemampuan berpokir menggunakan konsep prosedur, fakta, dan alat matematika dan yang terakhir kemampuan karakter yakni mampu menyelesaikan maslah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan bagi individu sebagai warga negara dan dunia.

Pada bulan Februari 2021 nanti sudah ada agenda webinar yakni pada Sabtu, 6 Februari 2021 dengan tema Mengaktifkan Siswa untuk Bertanya dengan narasumber Bapak Istoto yang akan dilanjutkan webinar dengan narasumber yang sama mengangkat tema “Mengolah Emosi untuk Optimalisasi Pengajaran” yang akan dilaksanakan pada Sabtu, 6 Maret 2021.

Semoga dengan berbagai webinar pendidikan yang diikuti oleh para guru, kesmepatan untuk memberikan layanan yang lebih inovatif dan sesuai dengan tuntutan PJJ di masa pandemic Covid-19 ini mampu menyajikan pembelajaran yang lebih menyenangkan dan mendapatkan hasil yang maskimal khususnya untuk para siswa sebagai generasi penerus bangsa ini.

Misa dan Perayaan Natal dan Tahun Baru 2021

Jumat, 8 Januari 2021 masih dalam situasi pandemi Covid-19 keluarga besar SMPK Santa Maria II Malang menyelenggarakan Misa dan Perayan Natal secara virtual sekitar pukul 08.00 WIB. Para siswa dan orang tua diajak terlibat aktif untuk merasakan ungkapan syukur tersebut dengan mengikuti secara streaming via youtube.

Pada misa tersebut dipimpin oleh Romo Gregorius Kukuh Nugroho CM pada kesempatan itu romo dari ordo CM itu mengajak semua warga SMPK Sabta Maria II untuk mengedepankan agar kita berjuang untuk menerima hidup kekal setelah perziarah ini. Hidup kekal itu ditanamkan dalam diri kita agar menyatu dan mengalir didalam semua aliran yang ada dalam diri kita. Hidup kekal itu menyatu didalam diri kita terutama dalam memaknai  kehadiran juru selamat melalui peristiwa natal ini.

Misa berakhir sekitar pukul 09.00 dilanjutkan dengan istirahat sejenak sekaligus dimanfaatkan oleh sie. Acara untuk mempersiapkan cara kebersamaan natal  kehadiran juru selamat melalui peristiwa natal ini.

Misa berakhir sekitar pukul 09.00 dilanjutkan dengan istirahat sejenak sekaligus dimanfaatkan oleh sie. acara untuk mempersiapkan cara kebersamaan natal bersama para guru dan karyawan. Pak Hendrik selaku koordinator tim kerja Humas dibantu Bu Anna mempersiapkan kado-kado ungkapan kasih setiap guru dan karyawan di tengah lapangan. Setelah persiapan acara kebersamaan selesai, suster, bapak ibu guru dan karyawan berkumpul kembali ke lapangan untuk memulai acara kebersamaan natal.

Acara dimulai dengan sambutan Sr. Dorothea SPM selaku kepala sekolah, beliau berharap para guru dan karyawan tetap dalam kondisi sehat, selalu menjaga dan mentaati protocol kesehatan dan selalu bersyukur khususnya pada masa pandemi ini. Selesai memberikan sambutan acara langsung dimulai dengan polonaise dengan dua barisan, diiringi dengan lagu-lagu yang racak kedua barisan bermanuver sambil menunggu aba-aba dari Pak Trianto untuk mengambil hadiah dengan kode nomor guru dengan mengitari tempat kado sampai semua anggota barisan mendapatkan, demikian juga dengan barisan kedua.

Setelah suster, frater, guru dan karyawan mendapatkan kado semua dipersilakan membuka kado dan membaca surat cinta yang ada di dalam kado dilanjutkan dengan menghampiri teman yang memberikan kado untuk mengucapkan terima kasih atas cinta yang sudah diberikan. Disana tampak keceriaan dan keharuan saat mereka saling mengucapkan terima kasih. Dengan berakhirmya pengambilan dan membuka kado selesai dilanjutkan dengan puncak acara yakni makan bersama dengan doa makan sekaligus doa penutup acara

Pukul 11.00 WIB acara makan bersama dan perayaan kebersamaan natal berakhir, suster, bapak ibu guru dan karyawan menyampaikan salam perpisahan untuk pamit undur diri. “Semoga dengan misa dan acara kebersamaan natal yang sederhana itu kegembiraan, ungkapan syukur dan nilai-nilai kebersamaan dan kekeluargaan dapat di raih demi peningatan kualitas pelayanan para guru dan karyawan kepada siswa, orang tua dan masyarakat sekitar,” demikian ungkap Pak Hendrik sambil berkemas untuk segera pulang.

HARI GURU 2020

Rabu, 25 November 2020 selesai doa dan brifing di Aula, sekitar pukul 06.30 WIB para guru dan karyawan kedatangan perwakilan siswa yakni 5 pengurus OSIS. Mereka menyapa para guru dan karyawan sebagai bentuk apresiasi bahwa pada tanggal 25 November sebagai hari guru. Pak Beni selaku Pembina pengurus OSIS mempersilakan Bramantya selaku pembawa acara untuk memulai acara sederhana tersebut.

Pada kesempatan itu Grace selaku ketua pengurus OSIS mewakil para siswa memberikan apresiasi dan penghargaan yang luar biasa yang telah dibuktikan para guru dan karyawan dalam memberikan pelayanan yang terbaik selama para siswa beraktivitas di sekolah. Melalui bimbingan yang tak kenal lelah para guru telah memberikan dirinya untuk mengingatkan, mengarahkan dan memberikan pengalaman belajara sebagai modal untuk ebih siap menjalani kehidupan di waktu mendatang.

Acara dimulai dengan menayangkan nyanyian Hymne Guru yang dibawakan oleh semua pengurus OSIS dilanjutkan dengan tayangan foto dan video aktivitas para guru dan karyawan dengan puisi bertemakan hari guru. Setelah penayangan dilanjutkan dengan penyerahan tali asih sebagai ungkapan terima kasih atas pelayanan prima para guru dan karyawan selama ini.

Secara simbolis Grace selaku ketua pengurus OSIS menyerahkan secara simbolis kenangan I guru berupa buku dan masker kepada Sr. Dorothea SPM selaku kepala sekolah. Pada kesempatan itu kepala sekolah menegaskan bahwa pelayanan yang telah diberikan oleh para guru dan karyawan semata-mata sebagai bentuk pertanggungjawaban mereka yang dengan sadar memberikan hidupnya pada dunia pendidikan. “Semoga dengan peringatan Hari Guru 2020 ini semangat  pengabdian para guru dan karyawan semakin bermutu” diakhir sambutan setelah menerima cindera mata dari pengurus OSIS.

Acara hari guru di Aula tersebut berakhir pukul 07.00 WIB, sebelumnya para perwakilan siswa undur diri untuk segera pulang untuk mengikuti PJJ. “Kesederhanaan yang bermakna…terlebih melihat tali asih yang diberikan sangat kondusif dengan situasi pandemik covid-19,” ungkap Pak Daryono sambil berjalan menuju ruang guru. Proficiat para guruku…semoga jasamu akan kami balas dengan kualitas diri kami sebagai manusia Indonesia yang bermutu.

Perayaan 25 tahun pengabdian di Perkumpulan Dharmaputri

Hari Sabtu, 17 Oktober 2020 merupakan hari yang membahagiakan bagi Bapak Petrus Yumartanta, Bapak Sumariyono, Ibu Patricia Prapti dan Ibu Maria Marsiti sebab mereka semua telah menjalankan pengabdiannya baik sebagai guru maupun karyawan di unit kerja SMPK Santa Maria 2 di bawah naungan Perkumpulan Dharmaputri.

Perkumpulan Dharmaputri selalu memberikan penghargaan bagi guru dan karyawan yang telah mengabdikan dirinya untuk berkarya di sekolah-sekolah Perkumulan Dharmaputri. Bapak Albertus selaku ketua acara perayaan tersebut menegaskan bahwa perayaan diawali dengan misa syukur, hiburan dan ramah tamah. Acara dimulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 12.30 WIB

Misa syukur 25 tahun pengabdian tersebut dipersembahkan oleh Romo Emil, O.Carm selaku room Paroki Ijen. Dimulai dengan perarakan yang terdiri dari suster kepala sekolah, barisan para yubilaris dan Romo Emil, O.Carm. Romo Paroki Ijen itu pada khotbahnya mengajak para yubilaris untuk terus memberikan diri seutuhnya demi peningkatan kualitas pelayanan dan pengabdian khususnya di Perkumpulan Dharmaputri.

Selesai misa syukur dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dan penyerahan tanda penghargaan dan kenang-kenangan dari Perkumpulan Dharmaputri. Pada sambutannya perwakilan Perkumpulan Darmaputri yang hadir pada acara di hari Sabtu itu adalah Sr. Ellis, SPM menegaskan kepada para yubilaris di antaranya menyadarkan makna alangkah baiknya Tuhan yang Maha Baik, mengucapkan terima kasih atas semua kehidupan yang sudah dipersembahkan melalui kesetiaan dalam menjalankan tugas di PDp, telah ikut menanamkan nilai-nilai karakter keSPM-an kepada para generasi muda dan PDp mengucapkan terima kasih juga kepada keluarga yubilaris baik itu suami. Istri dan anakn-anak yang telah mendukung dan selalu memaklumi akan tanggung jawab yang dikerjakan oleh para suami atau istri.

Sebelum ke acara ramah tamah ada beberapa penampilan hiburan yang dipersembahkan oleh tema-teman dari para yubilaris mulai dari lagu-lagu dan tari. Gelak tawa begitu terdengar saat Bapak Mesak mengawali hiburan tari dengan  memerankan tokoh seorang suster, setelah itu dilanjutkan dengan tarian yang berjudul Cinta Anak Sekolah.

Menjelang acara puncak yakni ramah tamah diawali dengan doa penutup sekaligus doa makan siang yang dipimpin oleh Sr. Angeline SPM. Ramah tamah dilaksanakan di lapangan bola basket dengan teknis prasmanan engan tetap mengedepankan protokoler kesehatan yang ketat. “Wah…jujur saya bahagia Pak,” ungkap Pak Totok sambil menikmati makan siang bersama teman dan keluarganya. “Saya tidak mengira ternyata sudah 25 tahun jadi guru…mungkin dalam melaksanakan tugas tidak saya jadikan beban jadi lamay mengajar ini tidak saya sadari..heheheh” lanjut beliau.

Acara 25 tahun pengabdian sekitar pukul 12.30 WIB sudah selesai dengan bersama-sama kembali ke aula untuk mendokumentasikan foto bersama. “Semoga kebersamaan benar-benar menjadi sebuah kenangan yang tak terlupakan ya?” harapan Pak Mariyono sambil terus melirik cicin kenangan yang baru saja dikenalan oleh perwakilan Perkumpulan Dharmaputri sambil senyum-senyum bahagia. “Selamat teman-temanku semoga kami juga bisa mengabdikan diri  minimal selama 25 tahun.” Ungkap penulis.

HARI BATIK NASIONAL 2020

Setiap tanggal 2 Oktober kita sebagai bangsa Indonesia dengan keberagamannya memiliki banyak budaya. Terlebih warisan budaya yang ditinggalkan oleh nenek moyang hingga yang terus dilestarikan oleh masyarakat. Salah satu warisan budaya tak benda yang ada di Indonesia dan masih dilestarikan ialah batik. Bahkan kini batik telah diakui dunia. Batik dikukuhkan UNESCO melalui sidang Intergovermental Committee for the Safeguard of the Intangible Culture Heritage sebagai Warisan Budaya Takbenda milik Indonesia.


Tema peringatan Hari Batik Nasional oleh UNESCO Jakarta mengangkat tema “Heritage on the Move!”. UNESCO Jakarta dan Citi Indonesia di bawah dukungan Citi Foundation kembali menggelar Perayaan Hari Batik Nasional 2020 secara virtual. Perayaan virtual melalui live streaming di kanal YouTube Kita Muda Kreatif dan di akun Instagram Kita Muda Kreatif, Jumat (2/10/2020).

Dra Sri Hartini, M.Si, selaku Sekretaris Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud saat membacakan sambutan Dirjen Kebudayaan mengatakan, setiap warga negara harus melestarikan warisan budaya. “Kita pantas bersyukur bahwa Indonesia dikaruniai warisan budaya yang tersebar di seluruh Nusantara. Salah satunya batik Indonesia yang telah di inskripsi pada 2 Oktober 2009 yang kemudian kita peringati sebagai hari batik nasional,” terangnya.

Diharapkan, batik tidak sekedar keunikan motif atau bahan material yang digunakan untuk menunjukkan keistimewaannya akan tetapi batik bisa dilihat mulai dari sejarah dan proses pembuatannya. Tak hanya itu saja, batik juga bisa dilihat dari nilai filosofis yang terkandung di dalam setiap motifnya bahkan hingga karakter pemakainya yang sarat melambangkan nilai-nilai ajaran kehidupan. “Penghargaan dan pengakuan dunia internasional terhadap batik telah mengamanatkan masyarakat dunia termasuk seluruh komponen bangsa untuk dapat secara optimal berupaya melestarikan batik,” tandasnya.

Sementara itu Direktur UNESCO Kantor Jakarta, Prof. Shahbaz Khan menyatakan, warisan budaya tak benda adalah wujud keunikan dari pengetahuan kolektif yang diwariskan dari masa lampau tetapi masih hidup dan berdampingan dengan masyarakat masa kini. “Pengetahuan dikatakan mati jika Anda hanya dapat menemukannya di buku dan dokumen penelitian. Untuk membuatnya tetap hidup dan diwariskan ke generasi berikutnya, maka diperlukan upaya untuk membuatnya menjadi relevan dan dapat dipraktikkan,” ungkapnya. Inilah yang dimaksud sebagai upaya pelindungan warisan budaya tak benda.

Selain sebagai warisan budaya nasional, batik merupakan bagian yang sangat erat dari abad ke-21 yang menyokong mata pencaharian bagi sebagian besar kelompok masyarakat di Indonesia. Tak hanya itu saja, batik juga terus menginspirasi kreativitas baru dan berbagai inovasi teknologi masa kini. Di beberapa wilayah di Indonesia, pengenalan berbagai jenis motif batik telah meningkatkan peluang ekonomi melalui diversifikasi ragam pola yang ada.

Terlebih selama pandemi Covid-19, para pengrajin mengeksplorasi peluang pasar yang baru melalui pembuatan masker batik. Penggunaan teknis pewarna alami juga menjadi perhatian kajian ilmiah untuk mengeksplorasi sistem produksi yang berkelanjutan dan ramah bagi lingkungan. “Banyak hal yang dapat kita pelajari dari kearifan keluhur kita dan tergantung pada diri kita untuk memutuskan pengetahuan atau pengajaran apa yang ingin kita wariskan ke generasi berikutnya,” tandas Prof. Shahbaz.

Pada perayaan tersebut juga ada sesi tanya jawab, penjelasan, dan informasi seputar batik yang harapannya dapat menginspirasi dan makin meningkatkan kecintaan kita semua pada batik nasional. Sekaligus juga berkenalan dengan berbagai macam batik yang ada di Indonesia. Ada pula cerita inspiratif dari para perajin, sesi tentang pewarnaan batik warna alam yang ramah lingkungan serta hiburan musik dan tari para seniman muda.

(teks diambil dari https://www.kompas.com/edu/read/2020/10/02/171350471/hari-batik-nasional-2020-warisan-budaya-hidup-jika-dilestarikan?)