Kurikulum

Kurikulum pendidikan dasar dan menengah saat ini (tahun ajaran 2025/2026) bertransisi menuju penyempurnaan yang menggabungkan karakteristik Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013, dengan fokus pada pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning). Penyempurnaan ini diatur melalui Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 yang menekankan “sedikit materi namun mendalam” (less but more) untuk penguatan literasi, numerasi, karakter, serta integrasi teknologi seperti coding dan kecerdasan artifisial.

Poin Kunci Kurikulum Dasar & Menengah (2025/2026)

  • Penerapan Deep Learning: Pembelajaran tidak lagi sekadar transfer pengetahuan, melainkan proses yang bermakna, menyenangkan, dan fokus pada olah pikir, hati, rasa, dan olahraga.
  • Penyempurnaan Kurikulum Nasional: Menggunakan Kurikulum Merdeka sebagai dasar dengan penyempurnaan, di mana 47% sekolah sudah menerapkan Kurikulum Merdeka dan sebagian masih bertransisi dari K13.
  • Fokus Materi Terintegrasi: Pembelajaran bersifat integratif, menghubungkan antar mata pelajaran, dan mengurangi beban materi yang terlalu padat untuk hasil yang lebih mendalam.
  • Coding & AI: Coding dan kecerdasan artifisial diperkenalkan sebagai mata pelajaran pilihan/kokurikuler.
  • Ekstrakurikuler Wajib: Pramuka dan kepanduan lainnya tetap diwajibkan.
  • Tujuan Profil Lulusan: Membentuk karakter sesuai Profil Pelajar Pancasila, meningkatkan ketangguhan, kemandirian, dan kemampuan literasi-numerasi siswa.

Projek kokurikuler berkedudukan sebagai bagian integral yang mendampingi intrakurikuler untuk penguatan, pendalaman, dan/atau pengayaan kompetensi. Berbasis proyek, kegiatan ini bertujuan mengurangi beban materi, menghindari tumpang tindih, dan mendukung pencapaian profil lulusan serta karakter positif, dengan waktu pembelajaran yang terstruktur.

  • Kelas 7 : Tampilan Bakat dan Video/fotografi (mendatangkan praktiksi)
  • Kelas 8 : Tampilan Budaya Daerah dan pembuatan bakso/tempe (mendatangkan praktisi)
  • Kelas 9 : Membuat Produk Empon-Empon, Koran Digital dan Batik Ecoprint (mendatangkan praktisi)