Malang – Kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan ditanamkan kepada siswa kelas 9 SMPK Santa Maria 2 Malang melalui kegiatan pembuatan batik ecoprint yang dilaksanakan di lapangan sekolah. Kegiatan ini menghadirkan narasumber istimewa, Siti Mutdrika, pengrajin ecoprint Kota Malang yang telah berhasil memasarkan produknya hingga ke mancanegara.
Kegiatan diawali dengan pengantar dari Ketua Proyek, Bapak Albert M. Depa, yang menjelaskan tujuan kegiatan sebagai bagian dari pembelajaran berbasis proyek. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kreativitas, ketelitian, serta kesadaran menjaga kelestarian alam melalui pemanfaatan bahan-bahan alami seperti daun dan bunga.
Selanjutnya, Ibu Siti Mutdrika memberikan materi pengenalan tentang batik ecoprint, mulai dari konsep dasar, pemilihan daun, hingga teknik pewarnaan alami. Para siswa tampak antusias ketika mengetahui bahwa karya berbahan alami dapat memiliki nilai jual tinggi bahkan diminati pasar internasional.
Dalam praktiknya, siswa mempelajari dua teknik utama, yaitu:
Teknik Pukul (Pounding Technique)
Daun dan bunga ditata di atas kain, kemudian dipukul menggunakan palu hingga pigmen alami menempel pada serat kain.
Teknik Kukus (Steaming Technique)
Daun disusun di atas kain, kemudian digulung dan dikukus agar warna serta motif alami berpindah secara maksimal ke kain.
Seluruh siswa kelas 9 terlibat aktif dalam proses ini. Praktik berlangsung dengan pendampingan para pengajar proyek, yang sebagian besar merupakan wali kelas 9, serta didukung langsung oleh kepala sekolah. Suasana lapangan sekolah berubah menjadi ruang kreatif terbuka yang penuh semangat dan kolaborasi.
Setelah proses pewarnaan selesai dan kain dikeringkan, siswa melanjutkan tahap pengolahan produk. Berbagai karya berhasil dihasilkan, mulai dari taplak meja, tas, ikat tali (scrunchie), baju, hingga berbagai produk kreatif lainnya. Hasil karya tersebut kemudian dipamerkan sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dan kreativitas siswa.
Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar keterampilan membatik, tetapi juga memahami nilai kewirausahaan, kerja sama tim, serta kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan ecoprint ini menjadi pengalaman bermakna yang memperkaya pembelajaran sekaligus menumbuhkan jiwa kreatif dan inovatif generasi muda.
